Prosedur Yang Masih Kabur

Stoppress (29 Maret2010) Bandung – Screening ketiga pasangan Capres-Cawapres untuk PUPM telah dilaksanakan pada Rabu (24/3) kemarin. Uji Kualitas calon atau pemangkasan hak mahasiswa untuk dipilih?

Kerumunan orang sejak sore sudah mulai terlihat di depan gedung rektorat. Beberapa nampak tegang,  merokok sambung-menyambung. Berembuk serius dengan suara dikecilkan. Semua mata nyalang memerhatikan pintu ruang MPM yang ditutup rapat. Seakan masih kurang tertutup,kaca pintunya pun sekalian disegel dengan selebaran flyer Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PUPM). Tim SP yang ingin mencari tahu kedalam segera dihadang para penjaga pintu, “ Ada apa ini ? Tempat ini Cuma untuk kandidat…”. Kandidat yang dimaksud adalah ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden mahasiswa  (capresma-cawapresma ) yang akan segera menjalani satu tahap prasyarat PUPM: tahap screening Capresma-Cawapresma.

Pasangan capresma-cawapresma mulai berdatangan, dimulai dari yang mendapat giliran screeningscreening. Capresma masuk pertama, kemudian disambung Cawapresma, dan terakhir kedua-duanya. Jeda antara screening ini kemudian selalu dimanfaatkan para kandidat untuk lapor kepada tim pendukungnya masing-masing, lalu saling menyemangati begitu nama pasangannya dipanggil kedalam. “Tegang juga tadi, tapi mulai agak cair setelah mulai menjawab pertanyaan screeners…” Jelas Yopi, salah satu kandidat. pertama. Semua berpakaian rapi, lengkap dengan jas almamater. Ketiga pasangan itu adalah  Hans Hendy (Teknik Sipil-07) dengan Tanius Sebastian (Hukum-07), Lintang Mardhi Damarjati (Hukum-07) dengan Fikri Herdanie (IESP-07), dan terakhir Yopi Handi Hidayat (Hubungan Internasional-07) dengan Giovanni (Hukum-07). Berurutan dari pasangan Hans hingga Yopi dipanggil kedalam ruangan MPM untuk di-

Para ‘screeners’ yang disebut Yopi terdiri dari 7 orang. 5 orang yang memiliki jabatan tertinggi di MPM, Presiden Mahasiwa, dan Wakil Presiden Mahasiswa. Pertanyaan yang diajukan beranekaragam. Sentra, Ketua MPM menjabarkan “Sebenarnya screening ada 7 sesi, semua dimulai dari dasar, maka pertanyaannya pun dari dasar, seperti dasar seputar Unpar, MPM, pribadi calon dan lain-lain..”  Ada kandidat yang hanya dalam 45 menit telah menyelesaikan sesi screening, namun ada juga yang molor hampir satu setengah jam. Ini menurut Sentra terjadi karena screeners terkadang tidak puas dengan jawaban si calon dan kemudian bertanya berulang-ulang kali hingga poin yang jelas bisa dikemukakan.

Parameter yang dipakai dalam proses screening kali ini adalah sistem poin per jawaban yang diukur dari kualitas jawaban yang diberikan. Satu sistem yang masih kerap dipertanyakan, bahkan dikecam oleh beberapa mahasiswa. Salah satu sumber SP menjelaskan bahwa screening adalah wujud pengkebirian hak mahasiswa untuk dipilih, “Engga ada itu screening, harusnya verifikasi, data yang dikumpulkan calon, diverifikasi kebenarannya. Apakah data yang diberikan kandidat sesuai kenyataan?”. Terutama screening nilai yang menurutnya janggal, karena tersirat kesan MPM mengukur layak tidaknya calon dari prestasi akademik semata, “ itu kan mahasiswa yang memilih, biar mereka yang menilai, MPM tidak berhak menentukan..”

Sentra, yang ditemui Tim SP selepas proses screening, berpendapat lain, “Screening itu untuk membantu Unpar menyeleksi calon-calon (Kahim dan Presma) yang berkualitas”. Ia juga menambahkan bahwa screening bukanlah wujud pemangkasan hak politik mahasiswa untuk dipilih. “Kami tidak ingin meng-cut orang, kami hanya ingin yang terbaik untuk PM unpar, lagipula pertanyaan screening kami adalah pertanyaan dasar, sangat mendasar, peluang tidak lolosnya calon dari screening hampir tidak ada” tambahnya. Meskipun begitu,  ia masih beranggapan bahwa sejumlah batasan masih diperlukan, termasuk dalam proses PUPM “Memang itu hak mahasiswa untuk bisa dipilih,tapi kita punya prosedur dan semua harus ada batasan. Manusia juga hidup dengan norma dan batasan” .

Proses Screening sendiri kemudian dilanjutkan dengan screening Calon  Ketua Himpunan (Cakahim) tiap jurusan. Pengumuman Screening akan diumumkan selambat-lambatnya tanggal 30 Maret, dimana hasil mulai dirapatkan sejak tanggal 25 . Selepas pengumuman, akan dilanjutkan dengan kampanye para calon yang telah lolos screening. “ Woi Goodluck ya !!..” terdengar tim pendukung salah satu calon menyemangati jagonya lalu bergegas pamit. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 Malam. Beberapa masih ada yang berkerumun, berdiskusi sambil sesekali bergurau dan memakan jatah ransum Capres-Cawapres. Mata mereka nyalang menunggu dibukanya pintu yang disegel rapi. Tempat calon mereka menjalani prosedur yang hingga kini masih belum tuntas dibahas. Meskipun begitu, terlepas dari segala kontroversi, PUPM 2010 baru akan dimulai. (Mirza/Rara/Wahyu/Dea)

Related posts

*

*

Top