[Press Release] Pesta Rilis Buku BICARA BESAR

Musikalisasi puisi oleh Desmonda Cathabel-kiri. Penulis-Kezia Alaia tengah dan moderator-Sabila Anata kiri pada acara Pesta Rilis Buku Bicara Besar. Dok/Adam Bagaskara dan Aastrid Fahnasya. Musikalisasi puisi oleh Desmonda Cathabel-kiri. Penulis-Kezia Alaia tengah dan moderator-Sabila Anata kiri pada acara Pesta Rilis Buku Bicara Besar. Dok/Adam Bagaskara dan Aastrid Fahnasya.
Sabtu (22/10) kemarin, buku kumpulan puisi BICARA BESAR karya penulis muda asal Jakarta Kezia Alaia dirilis pada sebuah acara berjudul Pesta Rilis Buku BICARA BESAR. Acara ini diadakan di toko buku (ak.’sa.ra) Kemang, Jakarta Selatan, tepatnya di Kinosaurus.
Pesta Rilis Buku BICARA BESAR diawali dengan musikalisasi puisi oleh seniman teater Desmonda Cathabel. Acara dilanjutkan dengan diskusi buku bersama Kezia Alaia (Penulis) dan Sabila Anata (blogger) sebagai moderator.
Pada sesi pembacaan puisi, seniman-seniman perempuan antara lain Cyntha Hariadi (penulis buku puisi Ibu Mendulang Anak Berlari), Rachel Amanda (aktris), dan Indraswari (co-founder platform sastra Narasastra) membacakan dan mendiskusikan sejumlah puisi pilihan dari buku BICARA BESAR.
Acara ditutup dengan musikalisasi oleh Desmonda Cathabel, sesi foto dan tanda tangan buku oleh Penulis. Seusai acara, pengunjung melihat-lihat pameran ilustrasi karya Reyna Clarissa (ilustrator dari Maryland Institute College of Arts) yang mendampingi puisi-puisi di dalam BICARA BESAR.
Pameran Ilustrasi buku BICARA BESAR. Dok/Adam Bagaskara dan Aastrid Fahnasya.

Pameran Ilustrasi buku BICARA BESAR. Dok/Adam Bagaskara dan Aastrid Fahnasya.

BICARA BESAR berawal dari keresahan Kezia Alaia hidup di kota di mana dunia semakin sibuk, ramai dan penuh hiruk pikuk sehingga kita tidak lagi punya ruang untuk mendengarkan diri sendiri. Puisi-puisi dalam BICARA BESAR adalah rangkaian percakapan Penulis dengan diri sendiri, yang mengajak pembaca untuk ikut merefleksikan puisi dengan pengalaman kesehariannya. Tema-tema yang diangkat dalam BICARA BESAR antara lain adalah diri, Tuhan dan kepercayaan, kritik kehidupan kota, keluarga, hubungan orang tua-anak, cinta–tema-tema yang dekat dengan kehidupan kaum muda urban.
Dengan tema-tema yang dekat dan relevan dengan pembaca muda, Kezia Alaia sebagai seorang penulis muda ingin menekankan bahwa puisi dapat ditemukan dalam keseharian kaum muda kota masa kini, dan bahwa kaum muda punya tempat dalam puisi. Puisi yang diajarkan secara umum di sekolah-sekolah seringkali kuno dan membosankan. Akhirnya, anak muda dan orang-orang di konteks urban tidak tertarik pada bentuk seni puisi.

Puisi tak harus selalu berupa kata-kata indah berbahasa Melayu atau bertema perjuangan masa lampau. Puisi dapat mengambil tema-tema yang dekat dan relevan dengan kaum muda kota. Sebagai sebuah karya, BICARA BESAR mencoba merepresentasikan konteks sosial kini tempatnya lahir.

BICARA BESAR tersedia di toko buku (ak.’sa.ra) Kemang, Cilandak Town Square dan Pacific Place, serta di toko buku POST di Pasar Santa, Jakarta, dan segera di kota-kota lain.

Pengunjung Pesta Rilis Buku Bicara Besar. Dok/Adam Bagaskara dan Aastrid Fahnasya

Pengunjung Pesta Rilis Buku Bicara Besar. Dok/Adam Bagaskara dan Aastrid Fahnasya

Related posts

*

*

Top