Press Release – Pementasan Teater Multimedia Sunset Deity

POSTER UTAMA_Instagram (Resized 1MB)

Satu tahun adalah masa yang cukup panjang untuk sebuah proses: proses pembelajaran, transformasi, hingga menemukan posisi. Satu tahun yang lalu pementasan teater Taraksa yang berdiri di bawah produksi Teater EPIK vol. 5 telah rampung dilaksanakan, meninggalkan banyak jejak cerita dan harapan mengenai scene teater lokal yang kami coba angkat. Begitu pula dengan pasang surut Majalah EPIK yang menaungi semua basis pemikiran kami—begitu banyak pembelajaran yang kami raup untuk mendorong aplikasi harapan-harapan ini secara publik.

Lepas satu tahun setelahnya, kami memutuskan untuk bertransformasi dalam identitas baru, dengan nama Merchant of Emotion. Dengan semangat yang kami harap sudah cukup teramplifikasi, Merchant of Emotion hadir sebagai manifestasi dari cita-cita kami untuk secara aktif bercerita dalam bermacam bentuk dan usungan media, mulai dari film, novel grafis, teater, dan lain seterusnya. Tujuannya sederhana: better entertainment for Indonesia. Dengan seluruh inovasi teknologi yang terus berkembang dalam industri ini, kami berharap untuk secara aktif memproduksi hiburan yang terpenuhi secara kualitas—dari konten yang menyisipkan nilai filosofis, visual yang menyokong imajinasi, hingga persebaran di platform lintasmedia—untuk khayalak luas.

Mengambil bentuk teater sebagai produk pertama kami, pementasan Taraksa, yang diadakan pada 26 dan 27 Februari 2013, meraup lebih dari 1000 pengunjung dalam tiga pementasan. Cercah harap ini menyemangati kita untuk sekali lagi menghadirkan sebuah pementasan teater dengan balutan cerita orisinil; tajuknya, Sunset Deity, di bulan Januari 2015 nanti.

Pementasan ini membawa banyak eksperimentasi baru bagi kami untuk ditawarkan kepada para calon penonton. Sebelumnya, tentu saja teater ini akan melibatkan cast yang akan bermain peran di atas panggung Teater Tertutup Dago Tea House, Bandung, dengan seluruh aspek teater yang sebelumnya kami hadirkan: dialog, musik, dan koreografi. Tapi selanjutnya, produksi Sunset Deity akan pula melibatkan teknologi video mapping sebagai salah satu fitur penting dalam pementasan yang menunjang cerita dan pemanjaan visual bagi penonton.

Dalam aspek cerita, Sunset Deity akan menceritakan sebuah proses pendewasaan sebuah entitas yang kita ketahui bernama manusia. Penggambaran proses ini akan dicurahkan dalam satu sosok istimewa, karena ia adalah manusia pertama yang hadir di muka bumi. Cerita-cerita tentang penciptaan manusia, seperti yang sedari kecil kita pelajari, telah terbentuk sebagai sebuah narasi lengkap di luar kepala kita; namun ada celah yang kami masuki untuk memberikan premis yang terbarukan dari kisah-kisah ini: bagaimana jika Adam dan Hawa bukanlah makhluk yang pertama kali menginjak bumi? Pementasan selama satu jam ini akan mengikuti sang tokoh utama mendefinisikan kehadirannya di dunia, interaksinya terhadap berbagai emosi termasuk kesepian dan kekecewaan, serta pertemuannya dengan sesosok misterius bernama Sun—yang membawa lapisan kontemplasi baru pada cerita sesuai dengan tagline yang kami usung: ‘the first romance on earth was not destined to last forever.’

Sunset Deity, sebagai sebuah cerita, kami coba tuturkan tidak hanya melalui teater. Kami membuka akses seluas-luasnya untuk seluruh calon penonton agar dapat menikmati cerita ini melalui berbagai media. Website kami, www.merchantofemotion.com, akan secara eksklusif menampilkan prolog dari kisah Sunset Deity dalam bentuk online storybook—yang pada akhir fasenya akan pula memuat video teaser dan poster acara. Kanal media sosial pun, seperti Instagram (instagram.com/merchofemotion), Facebook (facebook.com/merchofemotion), Youtube akan menjadi pintu untuk akses terhadap penggambaran dan penceriteraan Sunset Deity dari sisi lain. Di luar instalasi cerita, production blog pada laman www.recollectionofsunset.blogspot.com akan menjadi wahana bagi kami untuk berbagi cerita mengenai pembuatan dan produksi pementasan ini.

Kesemua portal menuju dunia Sunset Deity tersebut akan berpuncak pada Pementasan Teater Multimedia Sunset Deity, yang akan diadakan tanggal 23 hingga 25 Januari dalam enam pementasan. Penjualan tiket sudah dibuka 11 Desember, yang akan dibuka melalui online ticket box di website resmi Merchant of Emotion dan offline booth yang akan tersebar di titik-titik strategis Kota Bandung. Pementasan teater ini adalah buah atas harap kami untuk menginjeksi kultur teater kepada masyarakat luas Indonesia, untuk menghadirkan kembali cerita produksi anak bangsa yang mampu melawan derasnya produk hiburan impor, yang secara halus merefleksikan materi yang tidak sekedar menghibur, namun menyentuh nalar sebagai jalan menuju kontemplasi selepas cerita. Semoga saja, geliat kecil ini bisa menjadi tolak ukur yang mengingatkan kembali kekayaan aset imajinasi kita bersama.

Related posts

*

*

Top