Presiden Mahasiswa Angkat Suara Mengenai Insiden Bandros

Mobil Bandung Tour on Bus (Bandros). dok. Kompas.com Mobil Bandung Tour on Bus (Bandros). dok. Kompas.com

STOPPRESS MP,  UNPAR – Stephen Angkiriwang selaku Presiden Mahasiswa Unpar angkat bicara mengenai pelaksanaan acara Perayaan Sumpah Pemuda (PERSADA) 2015 yang menggunakan Bandung Tour on Bus (Bandros). Ia mengakui tidak ada persiapan khusus sebelumnya dari pihak panitia didalam menjalankan rangkaian acara.

“Sebelumnya memang ga ada gladi resik, karena kan acara di luar lah, seperti biasa,” ujar Ang, sapaan akrabnya ketika diwawancara MP di aula UKM pada Selasa (3/11). Ia pun menambahkan pihak universitas memberlakukan acara ini seperti biasa, tidak ada perlakuan khusus dan berjalan normal. “Seperti proker biasanya saja, mengirim proposal kemudian minta dana,” tambahnya.

Dalam penyelenggaran acara hari ke-3 PERSADA ini LKM bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung. Bentuk kerjasamanya adalah Dispora menyediakan Bandros untuk PERSADA hari ke 3 dan menyediakan tempat untuk hari pertama. Namun, Ang mengatakan bahwa di dalam Bandros tidak ada panitia Dispora. “Di dalam bus semuanya panitia dan perwakilan komunitas yang diundang”

Mengenai jalur Bandros, ia tidak mengetahui mengenai jalurnya apakah merupakan jalur yang biasa dilewati oleh Bandros atau jalur permintaan panitia. “Cuma tau jalurnya dari Tegalega ke Dago, terus ke Cikapundung Timur aja, ga tau ditentuin oleh siapa jalurnya,” jelasnya.

Adapun Ketua PERSADA 2015, Dea Christy (Hubungan Internasional 2012) saat dimintai keterangan menolak untuk berkomentar terkait penyelenggaraan acara.

Rangkaian PERSADA hari ke 3 memakan korban jiwa. Mahasiswa jurusan Teknik Informatika angkatan 2014, Andy Setiawan meninggal dunia setelah terjatuh dari bus wisata Bandung Tour on Bus (Bandros) saat mengikuti rangkaian acara pada Rabu (28/10) siang.

ZICO SITORUS

 

 

 

 

 

Related posts

*

*

Top