Presiden Mahasiswa: “Yang terjadi di Unpar bukan keotoriteran, tapi kurangnya dialog”

STOPPRESS MP, UNPARBagi Presiden Mahasiswa UNPAR, Andrew Ryan Sinaga segala permasalahan kebijakan di UNPAR yang berhubungan langsung kepada mahasiswa bukan karena adanya sikap otoriter dari universitas, tapi kurangya dialog dan sosialisasi.

“Mungkin yang jadi permasalahan yang ada di unpar seperti pemindahan lahan parkir dan pemindahan KKBM depan bukan keotoriteran tapi kurangnya dialog dan sosialisasi,” ujar Said panggilan akrab Andrew.

Bagi Said, dibutuhkan suatu peraturan yang jelas untuk mensosialisasikan kebijakan universitas terutama yang bersinggungan langsung dengan mahasiswa.

“Dibutuhkan suatu sistem atau peraturan  yang jelas untuk mengadakan sosialisasi kebijakan universitas. Selama kita gak punya peraturan mengenai  sosialisasi kebijakan rektorat yang bersinggungan dengan mahasiswa maka akan terus terjadi masalah seperti ini,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai sikap otoriter Bawono, said mengaku tidak dapat memberikan tanggapan negative. “Personally saya tidak  ada masalah  sama pak Bawono,  dengan kebijakan yang satu ini kenapa dia bersikap begitu karena dia belum dapat masukan dari mahasiswa.  Saya ga bisa kasih tanggapan negatif tentang pak Bawono karena selama ini hubungan antara Bawono dan LKM baik-baik saja.  Untuk masalah ini gw bakalan ngobrol sama dia,” tutup Said.

Biro Sarana dan Prasarana (BSP) berencana memindahkan KKBM ritel depan ke Balai Pengobatan (BP) Borromeus yang berlokasi di gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan diganti dengan pos satpam. Adapun BP Borromeus dipindahkan ke Menjangan. Terkait dengan rencana tersebut sampai saat ini BSP belum pernah berdiskusi langsung dengan KKBM.

(Kania Mamonto, Shafira Ayunindya)

Related posts

*

*

Top