Poster Cakahim Non Partai Fakultas Hukum Dilarang KPU

Solidarity Has No Colours Solidarity Has No Colours

STOPPRESS MP, UNPAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Unpar melarang penyebaran poster kampanye dari cakahim independen Fakultas Hukum, Zahid Johar. KPU beralasan bahwa isi poster tersebut berpotensi memicu keributan.

“Sebenarnya KPU setuju atas penyebaran poster ini, namun mereka menolak karena dalam konteks pemilu, isi poster ini dapat memicu perkelahian di FH Unpar,” kata Zahid saat ditemui MP pada selasa (29/4).

Beberapa waktu lalu, sempat beredar poster berisi ilustrasi dua orang yang tengah saling merangkul. Kedua orang ini masing-masing mengenakan kaos berwarna merah dan biru. Di sebelah kiri mereka, terlihat angka “2” yang menempel di pilar, sedangkan di punggung keduanya tercetak angka “1” dan “3”. Di bagian bawah, tercetak kalimat “Solidarity has no colours”. Namun tak lama poster ini muncul di Unpar, beredar kabar bahwa KPU/Bawaslu melarang penyebarannya.

Saat ditemui MP di depan ruang MPM untuk klarifikasi, Lusia Sandra dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyampaikan bahwa Zahid memang pernah mengajukan poster ini sebagai alat peraga kampanyenya namun tidak diloloskan oleh pihak KPU. “Isinya tidak sesuai dengan parameter KPU. Poster kampanye ini dinilai kurang mempromosikan kandidatnya itu sendiri (Zahid),” lanjut Sandra yang merupakan mahasiswi Teknik Industri angkatan 2011 ini.

Berdasarkan aturan KPU, alat peraga kampanye seharusnya memuat Nomor, Nama, Foto, dan Visi-Misi calon. Hal inilah yang menurutnya menjadi salah satu alasan KPU atas penolakannya. Saat ditanya mengenai alasan lainnya, mahasiswi yang saat itu tengah memakai jas almamater Unpar ini enggan menjawab. “Tanya ketua KPU aja”, ujarnya.

Saat ditemui seusai penghitungan suara hari pertama Capresma di gedung 10 pada selasa (29/4), Yosef N. Gea selaku ketua KPU membenarkan hal tersebut. “Ini adalah hal sensitif karena mereka membawa warna (partai-red) dalam kampanyenya dan pasti akan banyak pihak yang tersinggung soal masalah ini,” ujar Yosef. Yosef pun menambahkan bahwa tindakannya ini ditujukan untuk menghindari ricuh di Fakultas Hukum sebagai dampak dari hal sensitif yang dibawa dalam poster tersebut. “Kita ingin melindungi (fakultas) Hukum dari kericuhan,” tambah Yosef.

RAIHAN DARY HENRIANA, VERONICA DWI LESTARI, SHERLY NEFRIZA | CHARLIE ALBAJILI

Related posts

One Comment;

  1. Sophie said:

    Kepada Ketua Bawaslu dan Ketua KPU, jangan sok tahu soal masalah yg ada di FH. Bahwa di FH terdapat partai warna-warni, itu bukan ranah anda sebagai Bawaslu dan KPU untuk mempersoalkannya, karena eksistensi partai2 tsb tidak legal. Artinya, adakah KPU ketika menerima registrasi kandidat dari FH, secara terang2an, mengaku maju sebagai utusan partai? Kalau tidak, lalu kenapa mempersoalkan ketika tidak ada yg berwarna.

*

*

Top