PNMHII: Hajatan Besar Anak HI se-Indonesia akan digelar di UNPAR Besok

STOPPRESS MP, UNPAR – Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (PNMHII) yang ke-23 akan dilaksanakan di UNPAR besok pada tanggal `19-23 November 2011. Pertemuan ini dihadiri 205 delegasi dari 28 universitas dari berbagai provinsi di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, hingga Kalimantan.

“Kami semua panitia siap dengan acara PNMHII ke-23, semua sudah dipersiapkan dengan matang. Jika dipersentasekan, 90% sudah matang, tinggal 10%nya tergantung acara hari-H hingga acara selesai,” ujar Aldila, selaku Ketua Pelaksana PNMHII. Acara yang ke-23 kali ini akan dilaksanakan di Bandung, besok, pada tanggal 19-23 November 2011. Dengan dihadiri 205 delegasi dari 28 universitas dari berbagai provinsi di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, hingga Kalimantan. Kali ini Universitas Katolik Parahyangan menjadi tuan rumah PNMHII ke-23 yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Jakarta, tepatnya di Universitas Nasional.

Acara ini merupakan acara rutin para mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia. Dengan bertemakan “Disaster Management” konten acara mencakup simulasi sidang, diskusi ilmiah, seminar, workshop, dan beberapa persembahan yang telah dipersiapkan oleh mahasiswa dari universitas tuan rumah. Semua delegasi mempersiapkan naskah yang berkaitan dengan tema tersebut.

Selain itu, Aldila juga mengatakan bahwa semua akan berjalan dengan baik. Namun ada hal yang membuat dia sedikit kecewa, seperti beberapa delegasi kurang kooperatif dalam proses sebelum hari-H berlangsung seperti terlalu banyak negosiasi padahal semuanya telah diolah semudah mungkin.

Adapun harapan dari Aldila selaku ketua pelaksana PNMHII ke-23 ini. “Sesuai dengan visi PNMHII pada awalnya yang ingin memberitahu kepada seluruh mahasiswa Hubungan Internasional di seluruh Indonesia bahwa adanya forum Hubungan Internasional yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Semua bisa bertukar pikiran hingga membangkitkan dasar-dasar keilmuan dan poin-poin dari Ilmu Hubungan Internasional tersebut”, tutupnya.

Harish Alfarizi / Banyubening

*

*

Top