PM UNPAR Bantu 52 Kepala Keluarga Korban Banjir Garut

Kondisi pasca bencana banjir bandang di Kabupaten Garut. Dok/ HMPSTI UNPAR Kondisi pasca bencana banjir bandang di Kabupaten Garut. Dok/ HMPSTI UNPAR

STOPPRESS MP, UNPAR – Pada Rabu, 21 September 2016 dini hari, banjir bandang menimpa Kabupaten Garut. Menanggapi bencana itu, Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) melalui Kementerian Luar Negeri dan Pengabdian Masyarakat segera berkoordinasi mengumpulkan bantuan dan menggalang dana.

Dari hasil koordinasi itu, setidaknya terdapat tiga Himpunan Mahasiswa dan dua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang segera berkoordinasi. Mereka adalah Himpunan Teknik Industri (HMPSTI), Himpunan Teknik Kimia (HMPSTK), dan Himpunan Teknik Sipil (HMPSTS), UKM Korps Tenaga Sukarela (Korgala), dan UKM Mahitala.

“Besoknya (red. setelah bencana) kita langsung penggalangan dana. Kita langsung menghimpun dari himpunan melalui PM Unpar. Kita koordinasi dengan siapapun yang mau bergerak bersama,” ucap Sarah Lucia selaku Wakil Presiden Mahasiswa saat ditemui di pohon hukum pada Selasa (27/9) lalu.

Bantuan tunai yang terkumpul hingga tanggal 24 September itu pun segera dibelanjakan untuk kebutuhan-kebutuhan seperti alat kebersihan, popok bayi, susu formula, pembalut wanita dan sebagainya. “Kita pun memberikannya tidak dalam bentuk uang, tetapi barang. Agar menghindari penyalahgunaan. Lebih baik masyarakat butuh apa ya kita berikan dalam bentuk barang,” ucap Sarah.

Melalui kunjungan langsung LKM, HMPSTI, dan Korgala, bantuan yang terkumpul segera disalurkan ke daerah bencana. “Kita kemarin juga turun langsung bersama HMPSTI. HMPSTK dan HMPSTS menghimpun dana, Korgala membantu evakuasi dan dapur umum. Mahitala membantu SAR,” ucap Sarah.

Terkait keterlibatan himpunan, Henry Winarta selaku Ketua Himpunan Teknik menjelaskan bahwa tanggap bencana memang menjadi salah satu fungsi Divisi Pengabdian Masyarakat dalam himpunan. “Sesuai fungsi pengabdian masyarakat dan sesanti kita, kami hanya bergerak memunculkan kepedulian dengan menyumbang. Sudah direncakan dari awal tahun dan tinggal eksekusi,” ucapnya.

“Karena LKM juga bergerak dan melibatkan himpunan, maka kami pun bergerak bersama dan mendukung. Sehingga bantuan pun dapat lebih besar dan tujuan mengabdi ke masyarakat tercapai,” tambahnya.

Salah seorang warga bernama Ibu Skongini pun  mengapresiasi bantuan yang disalurkan oleh PM Unpar. “Simpati dari kalian sangat mendukung kami. Terimakasih atas partisipasinya,” ucapnya. Tidak hanya kehilangan rumah dan harta benda, ia pun mengaku trauma atas kejadian tersebut. “Yang sempet dibawa adalah nyawa ibu sendiri dan keluarga. Terus jadi trauma dengan kejadian ini. Dulu gak pernah ada kejadian seperti ini,” ucapnya.

Banjir bandang terjadi di Kabupaten Garut pada tanggal 21 September 2016. Hingga berita ini dinaikan, tercatat jumlah korban sejumlah 53 orang.

 

VINCENT FABIAN

Related posts

*

*

Top