Pindahkan Ruang MPM, Wakil Rektor II Klaim Sudah Ada Dialog

Sekretariat MPM Unpar. Dok. MP

STOPPRESS MP, Unpar-Menanggapi penolakan pihak Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) terkait pemindahan ruangan MPM, Wakil Rektor II (Bidang Organisasi dan Sumber Daya) mengklaim bahwa pihaknya telah mengadakan dialog. Dialog itu dilaksanakan pada rapat dengan pihak MPM pada Jumat (28/10) lalu dengan agenda membahas teknis pemindahan ruangan.

“Terakhir, 28 Oktober 2016 sudah rapat bareng. Saya kira mungkin mereka menolak karena semata-mata tidak terinformasikan secara baik terkait luasan dan latar belakangnya,” ucap Orpha Jane selaku Wakil Rektor II saat diwawancarai di ruangannya pada Kamis (17/11) lalu.

Terkait dialog itu, Jane juga mengakui bahwa pihaknya memang hanya melakukan dialog sekali. Meskipun ia menyadari hal itu dianggap tidak cukup, ia menyatakan bahwa dialog itu sendiri ada. “Iya meski saya menyadari kalau itu dibilang misalnya tidak cukup. Misalnya mereka ingin tiga kali, kita hanya satu kali. Ya saya akui dan sadari itu. Tapi yang pasti dialognya sendiri ada,” ucapnya.

Namun, dalam rapat 28 Oktober lalu, pertemuan itu hanya ditujukan untuk pembahasan teknis pemindahan ruangan. Melalui rapat itu, pihak rektorat hanya menyosialisasikan rancangan ruangan MPM yang baru berikut tanggal pemindahan (awalnya dijadwalkan minggu pertama November), menanggapi dan mengabulkan sebagian keluhan pihak MPM, dan menentukan pihak Biro Umum dan Teknik (BUT) selaku pihak yang bertugas melakukan pemindahan.

“Saya sendiri punya harapan bahwa pertemuan ini ke teknis saja,” ucap Jane saat rapat berlangsung tidak lama setelah ia menjelaskan latar belakang pemindahan itu. (Baca juga : Rektorat Pindahkan Ruang MPM Untuk Kantor Pemasaran)

Terkait tanggal pemindahan, pihak MPM sempat mengajukan keberatan untuk tidak menyanggupi tanggal pemindahan itu lantaran dapat mengganggu dan menghambat fungsional MPM. Jane menanggapi bahwa pihaknya tidak dapat membuat situasi yang ideal seperti halnya kondisi yang pernah ia alami saat penyekatan ruangan wakil rektor. “Pilihannya adalah kamu tidak kerja,” ucap Jane ketika menanggapi keluhan terkait masalah fungsional MPM.

Meskipun demikian, sampai saat ini pemindahan itu belum juga dilaksanakan. Dalam rapat itu Jane juga menegaskan bahwa pihaknya memiliki niat yang baik lantaran lokasi yang diberikan dianggap jauh lebih nyaman meskipun situasi yang ada tidak ideal. “Mohon ini dilihat tidak sebagai hal yang menghambat kinerja MPM,” ucapnya. “Sama, kamu juga melihatnya dari kacamata kami,” tambah Jane setelah menjelaskan pengalamannya saat pembongkaran FISIP yang pernah ia alami.

Saat dimintai komentar mengenai hasil rapat itu, Jessica Adidarma (Hukum 2013) selaku ketua MPM menolak untuk berkomentar lebih lanjut. “Biarkan teman-teman sendiri saja yang menilai,” ucapnya. Rapat yang digelar terbatas pada bulan Oktober itu juga dihadiri Ketua BUT, dan Ketua Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA). Wakil rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan turut hadir membuka rapat, tetapi berhalangan untuk mengikuti jalannya rapat lantaran keperluan memberi kata sambutan pada Acara Peringatan Sumpah Pemuda (Persada).

Pemindahan ruangan MPM disosialisasikan melalui surat nomor III/R/2016-09/2898-1. Sementara ini, pihak rektorat mengklaim bahwa pengukuran luas ruangan MPM di BKA berkisar ±50 m2 dan lebih besar dibanding ruang MPM sebelumnya yang berkisar ±35,5 m2.

Meskipun sampai saat ini tertunda dari rencana semula, relokasi ruang MPM ke kompleks BKA dijadwalkan selesai pada bulan November 2016. Meskipun MPM telah menyatakan sikap menolak, pemindahan ruangan itu tetap akan dilakukan oleh pihak rektorat. (Baca juga : Sempat Ditolak, Rektorat Tetap Pindahkan Ruang MPM)

VINCENT FABIAN