Petra & Bobby: Membangun UNPAR yang ‘PRO

Media Parahyangan (MP) – Pesta demokrasi tahunan di kampus UNPAR telah dimulai. Telah menjadi tradisi kampus ini untuk melakukan dinamisasi kepemimpinan di dalam elemen Lembaga Kepresidenan Mahasiswa, Universitas Katolik Parahyangan ( LKM UNPAR).

Kegiatan tahunan ini dimulai dengan orasi tiap-tiap kandidat dan dilanjutkan debat terbuka serta akan ditutup dengan pemilihan langsung. Seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu pasangan kandidat adalah kandidat calon presma dan wapresma dengan nomor urut dua Petra Pradipta (2008/HI) dan Bobby Irham (2008/MANAJEMEN). Pasangan ini melakukan orasi pertama pada 5/4 pada jam 11.00 orasi  diadakan di PKH, kemudian jam 11.45-12.30 di Taman Fisip dan pada jam 12.30 di kantin teknik. Sedangkan orasi hari kedua tanggal 6/4 orasi dilakukan pada jam 11.00 di WT. Jam 11.45-12.30 di Plaza Hukum serta pada 12.30 di SC Teknik. Terakhir orasi dilakukan pada tanggal 7/4 pada jam 11.30 di SB Ekonomi dan terakhir pada jam 12.10 di SC Hukum.

Pasangan kandidat ini mengusung tagline PRO. PRO yaitu Peduli, Realistis, Objektif. Petra juga mengungkapkan alasannya mencalonkan diri bersama Bobby, “Kami menginginkan Unpar yang kondusif. Selain itu melihat LKM Unpar yang merupakan sebuah organisasi dengan segala keberhasilan dan kegagalannya. Kami ingin merubahnya, kami ingin kegagalan diperbaiki tentunya melalui peningkatan. Sedangkan mengenai keberhasilan yang telah ada, saya ingin tidak berhenti sampai sini tapi saya ingin keberhasilan ini lebih baik ke depannya”.

Petra menekankan bahwa segala yang disampaikannya melalui orasinya bersama Bobby selama ini pada akhirnya akan menghasilkan sebuah realisasi yaitu melalui program kerja, proses pengerjaan, dan juga forum mahasiswa yaitu suara UKM dan Himpunan yang berada di bawah LKM akan didengar suaranya, misalnya melaluin Sesi Diskusi Informal. Inilah yang menurutnya akan membuat Unpar semakin kuat khusnya di dalam Unpar itu sendiri.

“Kesalahan yang sebelumnya ada harus dieveluasi.  Evaluasinya harus merujuk pada skala prioritas. Dalam artian misalnya Perencanaan dana dalam event-event LKM harus jelas misalnya Danus atau Sponsorship. Jika acara lebih fokus maka kualitas akan maksimal. Bukan kuantitas tapi kualitas.” tambah Petra ketika Media Parahyangan menanyakan mengenai tindakan konkrit yang akan dia lakukan untuk LKM dan Unpar.

Mengenai orasi Petra dan Bobby, setiap mahasiswa memiliki pendapat dan sikap masing-masing. Harswanda (HI, 2008) yang saat itu MP wawancarai mengatakan bahwa “Orasinya menurut saya cukup bagus. Menurut saya mereka kandidat yang kuat, belum mulai saja namun sudah banyak yang berkumpul untuk melihat orasi.”

Sependapat dengan Harswanda begitu pula Fresya (Mene 2010) yang menonton orasi pada hari ketiga (7/4) di SC Hukum mengatakan bahwa “Kandidat nomor 2 bagus. Dari orasi yang saya lihat mereka ingin LKM lebih dikenal mahasiswa. Selain itu, mereka kompak dan saling melengkapi.

Respon yang berbeda ditunjukkan saat MP mengikuti orasi Petra dan Bobby. Calvin (Manajemen, 2008) saat MP menanyakan pendapatnya tentang kandidat calon presma wapresma yang dia lihat orasinya di SB ekonomi pada hari yang sama dengan Fresya Calvin mengatakan, “ Saya tidak begitu memperhatikan visi dan misi saat mereka berorasi. Sedangkan mengenai Bobby sendiri saya tidak mengenalnya walaupun dia satu jurusan dengan saya”. Orasi waktu itu sendiri berjalan mulus, namun tidak “menyita” perhatian mahasiswa yang saat itu memenuhi SB. Mahasiswa yang ada di SB hanya sekedar melihat namun tidak menaruh perhatian lebih.

Orasi dari para kandidat terdiri dari 2 tahap. Tahap 1 telah dimulai dari tanggal 5-7 April 2011 untuk semua fakultas di Jalan Ciumbuleit, sedangkan orasi tahap 2 rencananya diadakan pada tanggal 11/04/2011 di Fakultas Filsafat dan D3 Manajemen, yang masih tentatif karena menunggu jadwal dari kedua fakultas tersebut (Risa Efriani/Fauzia Raisa)

Related posts

One Comment;

*

*

Top