Peserta ISC 2015 Pahami Masalah Limbah dan Sampah di Bandung

Peserta ISC 2015 saat mengunjungi desa Sarimuki. MP/ Sherly Nefriza Peserta ISC 2015 saat mengunjungi desa Sarimuki. MP/ Sherly Nefriza

STOPPRESS, MP UNPAR – Perserta International Student Conference (ISC) 2015 diajak untuk memahami berbagai permasalahan kota di Indonesia, salah satunya di Bandung. Masalah terbesar yang dihadapi kota Bandung saat ini, yaitu manajemen limbah dan sampah.

Masalah-masalah yang dihadapi kota Bandung rupanya juga menjadi masalah di negara lain, seperti Filipina. ‘’Masalah serupa juga terjadi di negara saya. Melalui ISC 2015, saya bisa mengamati secara langsung ke masalahnya dan belajar bagaimana pengembangan sistem pengelolaan sampah seharusnya bisa mengatasi masalah tersebut,” ucap Paula Clareza, salah satu partisipan internasional yang berasal dari Filipina. (Mengenal Permasalahan Kota Lewat ISC 2015)

Partisipan diajak untuk mengunjungi daerah-daerah bermasalah lain diantaranya seperti pemukiman padat penduduk di bantaran sungai Cikapundung, desa Sarimukti, lokasi pedagang kaki lima di pasar Cicadas sampai Waduk Pluit di Jakarta Utara. Selain itu, partisipan juga diajak ke kota-kota yang sedang dalam proses penerapan konsep kota pintar seperti kota Baru Parahyangan dan kota Bogor.

Melalui pemahaman yang mendalam melalui observasi di lapangan, melakukan wawancara, berdiskusi dengan sesama partisipan, dan juga seminar-seminar yang diberikan oleh narasumber, diharapkan partisipan ISC 2015 bisa memberikan kontribusi yang bermakna dalam memecahkan masalah-masalah tersebut. Misalnya, menghasilkan rekomendasi kebijakan yang akan diajukan kepada pemerintah daerah kota Bandung. “Masalah di dunia ini merupakan masalah yang harus dihadapi bersama,” ujar Ida Susanti, selaku ketua penyelenggara ISC 2015.

Peserta yang merupakan perwakilan mahasiswa dari 27 negara diajak untuk memahami berbagai permasalahan kota di Indonesia dalam International. Acara yang membawa seluruh partisipannya ke 3 kota ini, diantaranya; Bandung, Jakarta, dan Bogor diselenggarakan dari tanggal 16-26 Januari.

Acara yang disusun oleh International Office Unpar ini bermaksud untuk mengajak mahasiswa-mahasiswa dari seluruh pelosok dunia untuk menyadari betapa berpengaruhnya masalah yang dihadapi satu wilayah terhadap keberlangsungan hidup bersama.

 

 

 

 

Related posts

*

*

Top