Pernyataan sikap: KPK Tidak Akan Mati karena Air Keras, Seruan Dukungan untuk Novel Baswedan

Seruan dukungan netizen untuk novel baswedan yang disiram air keras pada Selasa (11/4) lalu. Dok. Detik.com

Pernyataan sikap: KPK Tidak Akan Mati karena Air Keras, Seruan Dukungan untuk Novel Baswedan

Perjuangan Penegakan Keadilan dan Pemberantasan Korupsi tidak akan Mati atau Berhenti karena Arsenik, Air Keras dan Tindakan Pengecut. Dukungan Untuk Novel Baswedan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK adalah harapan. Harapan kita semua pada hadirnya Indonesia yang bersih dari korupsi. Harapan yang akhir akhir ini coba kembali dibunuh, dihancurkan, dibinasakan atau setidaknya dibungkam melalui serangan pengecut terhadap penyidik seniornya, Novel Baswedan. Serangan pengecut tersebut bertujuan untuk membangkitkan rasa takut tidak hanya bagi setiap pejuang pemberantas korupsi yang ada di KPK namun juga pada kesadaran publik.

Serangan pengecut itu bertujuan untuk menunjukkan pada tiap-tiap warga negara Republik ini yang setia pada harapan atas KPK bahwa kekuatan para pelaku koruptor tak terkalahkan dan jauh lebih hebat dari pada setan terjahat yang tak dapat disentuh.  Sekali lagi pada para pengecut laknat itu kita harus katakan, “TIDAK! Kami tidak akan takut dan tunduk pada kalian!”

Mengapa korupsi seolah semakin hari semakin tumbuh subur di negeri makmur ini? Mengapa semakin hari para koruptor laknat ini semakin jumawa menunjukkan diri bahwa mereka adalah orang orang yang berada di atas hukum yang dapat bertindak semaunya?  Salah satu jawabannya mungkin adalah karena banyak orang baik atau warga negara seperti kami dan anda yang memilih menjauhi korupsi namun terlalu banyak berdiam diri dan membiarkan negara secara perlahan diisi oleh orang orang pemburu rente beritikad jahat menguasai jabatan jabatan publik.

Orang baik menghindari politik, maka orang jahat dan busuk akan mengisinya! Korupsi telah menjadi salah satu sumber pengelolaan kekuasaan dan kewenangan untuk menguasai dan memanipulasi kepentingan dan kebijakan publik. Demokrasi menjadi sedemikian mahalnya sehingga hanya mereka yang memiliki akses kepada sumber daya finansial yang seringkali diperoleh melalui memanipulasi kebijakan publik, menjadi pihak penyelenggara  atau pejabat negara.

Politik semakin hari semakin diisi oleh orang orang semacam ini, orang orangnya yang memiliki wajah malaikat dan wajah iblis dalam satu muka. Hipokrit! Sekali lagi dengan tak pernah jemu kita serukan ajakan untuk merehabilitasi kehidupan politik kita. Mari katakan, CUKUP SUDAH! Cukup sudah untuk kehidupan politik tanpa etika politik!

Marilah kawan kawan, sahabat sekalian, para warga negara republik yang masih menyimpan harapan tegak dan hadirnya kehidupan berbangsa bernegara yang berkemanusian, beradab, berkeadilan dan bebas korupsi untuk bergandengan tangan bersama menyatakan sikap kita. Sikap kita pada mereka yang adalah para pelaku korupsi, para pejabat publik penyelenggara negara busuk, pengusaha bermental maling dan aparat penegak hukum berjiwa kerdil bahwa kalian tidak hanya berhadapan dengan Novel Baswedan seorang, atau berhadapan dengan institusi KPK saja. Namun, kalian para koruptor sedang berhadapan dengan kami, kaum muda penerus generasi selanjutnya dari para pejuang bangsa yang besar ini. Kalian berhadapan dengan kami, dan kami tidak takut!

Bandung, 11 April 2017

Aliansi Mahasiswa Sapu Koruptor

Di dukung oleh

Media Parahyangan, Pusik Parahyangan, dan KKBM Unpar

Narahubung: Axel (0822 1867 8134)

Related posts

*

*

Top