Belum Ada Sanksi Bagi Mahasiswa Yang Merokok Di Kampus

Spanduk Larangan Merokok yang dipasang di Tembok KKBM (sebelum dibongkar) / dok. MP

STOPPRES MP, UNPAR –  Pergantian warna spanduk larangan merokok di Unpar dari warna hijau ke merah menandai semakin tegasnya larangan tersebut diberlakukan. Penegasan tersebut dilakukan mulai awal semester genap ini. Namun, belum ada sanksi bagi mahasiswa yang melanggar.

“Satpam sudah menerima perintah untuk menghimbau mahasiswa yang merokok agar mematikan rokoknya,” ucap Achmad selaku Kepala Bagian K-3 (Kebersihan, Ketertiban, dan Keamanan) BSP (Biro Sarana dan Prasarana) ketika ditemui Senin (3/2) di ruang BSP. Menurutnya, BSP sendiri selaku pengurus rumah tangga universitas sudah diberikan instruksi bahwa sekarang larangan merokok di kampus semakin ketat. “Tujuannya agar lingkungan Unpar lebih sehat,” katanya.

Meskipun semakin ketat, Achmad mengaku belum ada sanksi bagi mahasiswa yang melanggar. “Sanksi bagi mahasiswa secara spesifik belum ada, tetapi untuk pegawai, pekarya, dan satpam  sudah ada dalam bentuk surat peringatan,” ucap Achmad.

Adapun dalam beberapa tanggapan mahasiswa sebelumnya, opsi untuk untuk membuat ruang terbuka sebagai smoking area di Unpar santer terdengar. Meski demikian, Achmad mengatakan ada beberapa mahasiswa yang secara terang-terangan tidak setuju dengan opsi tersebut. “ Kata beberapa mahasiswa, buat apa yang mau sakit di fasilitasi” Ujar Achmad. menurut Achmad solusi untuk larangan ini adalah mahasiswa diberikan tindakan tegas ataupun diberikan Area Merokok.

“Kalau tentang larangan merokok, gue pribadi belum merasakan teguran ataupun himbauan dari petugas keamanan kampus untuk buang rokok,” ucap Ario mahasiswa fakultas Hukum ketika ditemui di ritel KKBM depan. “Tapi kalau masih belum jelas sih lebih baik gak usah ada sekalian larangannya,” kata Ario. Ia menyarankan jika memang aturan larangan merokok diperketat, maka smoking area bisa dijadikan solusi bagi mahasiswa perokok.

OSMAN LUQMAN, ROBBY/ ADYTIO NUGROHO

 

Related posts

*

*

Top