Penyelesaian Renovasi Gedung UKM Kembali Mundur

Renovasi gedung UKM. MP/ Kristiana Devina Renovasi gedung UKM. MP/ Kristiana Devina

STOPPRESS MP, UNPAR – Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang rencananya akan rampung pada awal semester ini ternyata kembali mundur. Hal ini dikarenakan adanya kesalahpahaman sebelum renovasi tersebut dimulai.

“Penyelesaian gedung UKM tidak sesuai waktu karena dari awal pekerjaannya sudah mundur,” kata Mulyadi, mandor dari PT. Sinar Murni yang ditemui di Aula UKM pada Jumat (22/8). Menurut Mulyadi hal ini dikarenakan adanya kesalahpahaman antara pihak kampus dengan tender. Saat hari pertama kontrak kerja, Mulyadi mengatakan masih banyak mahasiswa yang menempati gedung UKM. Kontrak pegawai yang seharusnya tanggal 18 Agustus sudah habis kemudian diperpanjang karena alasan tersebut. Sementara itu, ketua Biro Sarana dan Prasarana (BPS) Bawono  belum dapat dimintai keterangan sehubungan dengan diundurnya penyelesaian gedung UKM. (Gedung UKM Rampung Awal Semester Ganjil 2014/2015)

Mulyadi menjelaskan bahwa renovasi gedung UKM sudah mencapai 95 %, namun masih terdapat satu ruangan UKM yang belum dirapihkan karena masih terkunci yaitu, ruangan UKM basket, voli dan bola. Pihaknya sudah meminta ijin kepada Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA), tapi belum juga diberikan kunci sampai saat ini.

Salah satu anggota UKM potret Romi (Teknik Informatika 2013) kecewa dengan kemunduran penyelesaian gedung UKM. “Kami kecewa karena tidak sesuai dengan yang dijanjikan pada awal pembongkaran gedung UKM. Banyak proker-proker yang jadi terhambat karena enggak sesuai janji,” kata Romi yang ditemui di sekretariat sementara Potret. Dia juga mengatakan di sekretariat sementara ini sulit untuk mengakses sinyalpadahal hal tersebut itu sangat dibutuhkan untuk menyokong pekerjaan potret dan UKM lainnya. Dia juga menyayangkan sekretariat sementara ini kesannya seperti gudang. “Posisi sekretariat Potret sendiri berada di ujung dan banyak barang serta bau tikus,” ungkapnya.

Renovasi gedung UKM dilaksanakan sehubungan dengan adanya keluhan dari beberapa UKM yang biasa menggunakan gedung tersebut untuk berkegiatan. Kondisi Aula UKM yang dulu plafonnya sudah lapuk, saluran air yang tidak lancar dan sering terjadi banjir jika hujan deras datang menjadi alasan utama agara gedung direnovasi. Awalnya, penyelesaian gedung UKM akan menghabiskan waktu pengerjaan selama 2 sampai 3 bulan. Mulyadi menjelaskan bahwa gedung sudah bisa digunakan mulai minggu depan (25/8), namun hingga berita ini diturunkan belum terlihat satu pun UKM yang pindah kembali ke gedung tersebut.

KRISTIANA DEVINA

Related posts

*

*

Top