Pentingnya Peran Alumni UNPAR Melalui Alumni Giving Back

Alumni Giving Back 18 Februari 2017 - PAD. Dok/MP Alumni Giving Back 18 Februari 2017 - PAD. Dok/MP

STOPPRESS MP, UNPAR–Alumni Giving Back (AGB) merupakan salah satu bagian dari Parahyangan Alumni Day (PAD) yang diselenggarakan pada hari Sabtu (18/02) di depan Gedung 0 Unpar. Acara yang ditujukan untuk membangun relasi antara mahasiswa dan alumni ini terdiri atas kesehatan gratis bagi karyawan Unpar, garage sale, dan pasar sembako murah.

“Tujuan dari acara AGB itu sendiri merupakan wadah bagi alumni untuk bermanfaat nyata bagi almamater tercinta dan masyarakat sekitarnya juga,” ujar Malvin Vilio Hutubessy, selaku Secondman AGB ketika diwawancarai via Line pada hari Senin (20/02).

Malvin menjelaskan bahwa konsep dari acara AGB itu sendiri cenderung mengarah ke kegiatan sosial seperti cek kesehatan gratis bagi karyawan Unpar dan pasar murah yang menjual sembako. Sembako seperti beras, minyak goreng, gula pasir, sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, deterjen, dan susu kental manis dijual Rp 10.000 rupiah di acara ini. Selain itu, terdapat juga garage sale yang menjual kebutuhan sandang.

Malvin mengatakan bahwa cek kesehatan gratis yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan karyawan-karyawan Unpar sementara pasar murah yang bertujuan meringkan beban ekonomi masyarakat sekitar Unpar. “Alumni pun juga setuju supaya Unpar dilihat memberikan manfaat juga bagi masyarakat. Karena kita dari panitia ingin supaya semua warga Unpar dan masyarakat sekitar merasakan langsung dampak positif dari keberadaan alumni Unpar,” ungkap Malvin.

Acara ini pun menuai respon-respon positif dari para karyawan dan alumni Unpar yang ditemui di Gedung Rektorat Unpar saat acara AGB berlangsung (18/02). “Acara ini baik sekali, terutama membantu beberapa karyawan. Karyawan kan sangat berjasa, tidak hanya dosen dan pejabat-pejabat struktural,” ujar Pipih Prayatna selaku alumni Arsitektur Unpar tahun 1988.

Menurut salah satu pekarya, Sutino Hadi dan seorang partisipan acara, AGB membuatnya mengenal alumni-alumni yang sudah terlebih dahulu lulus, tetapi masih peduli terhadap kampus dan daerah sekitar Unpar. Sementara itu, Marinanti selaku alumni Arsitektur Unpar 1993 berharap sekiranya acara ini tidak berhenti di sini saja. “Harapannya acara ini berkesinambungan terus,” ujar Miranti.

PAD sendiri merupakan salah satu acara Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Unpar yang mulai ada dan secara rutin dilakukan per tahun sejak 2016 lalu. PAD sendiri mempunyai beberapa rangkaian acara sebelum acara utama seperti talkshow yang menghadirkan para alumni Unpar sebagai pembicara untuk topik tertentu dan tentunya AGB. Acara utama PAD sendiri dilakukan hari Sabtu kemarin (25/02) bertempat di Selasar Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) dan Windtunnel Unpar.

RANESSA NAINGGOLAN | TANYA LEE NATHALIA

Related posts

*

*

Top