Penghitungan Suara PUPM Dianggap Tidak Transparan

STOPPRESS MP, UNPAR  –  Sejumlah Mahasiswa Unpar keluhkan proses penghitungan suara Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PUPM) Unpar. Mereka mempertanyakan asas transparansi dalam jalannya PUPM.

“Tahun lalu perhitungan suara boleh disaksikan secara bebas oleh siapapun dan diliput media, kenapa tahun ini gak boleh?” ujar Iryanda Mardanuz mahasiswa Hubungan Internasional (HI) angkatan 2010. “Kalau gak ada peraturan tertulis, transparansinya harus dipertanyakan” tambah Iryanda. Ia juga turut membandingkan dengan kondisi nasional di Indonesia, “Demokrasi di Indonesia aja masih ada follow up dari media dalam perhitungan suara, ini kok ga ada” tambahnya lagi.

Selain itu, Paulus Siregar mahasiswa HI angkatan 2010 mengeluhkan pernyataan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Sandra  Tri Effendi perihal pelarangan peliputan pemilu. “Peraturan kan harus dibuat dari awal, ibaratnya dalam satu pertandingan tidak ada ceritanya menambah peraturan saat permainan sudah dimulai,” ujar Paulus.

Proses penghitungan suara PUPM Unpar di beberapa Fakultas berjalan tertutup. Hanya pihak seperti mahasiswa fakultas, kandidat Ketua Himpunan dan Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), dan tim sukses kandidat yang dapat menyaksikan langsung proses perhitungan. Tidak ada peraturan tertulis perihal larangan pihak lain untuk turut berpartisipasi.

(Kania Mamonto)

 

*

*

Top