Pengelolaan Aset Menjadi Motif Dibalik Rencana Pemisahan BSP

Rekayasa jalur keluar masuk Unpar via kantor yayasan. Kini resmi menjadi kantor Biro Umum dan Teknik serta Biro Pengelolaan Aset (BPA). Dok/MP Rekayasa jalur keluar masuk Unpar via kantor yayasan. Kini resmi menjadi kantor Biro Umum dan Teknik serta Biro Pengelolaan Aset (BPA). Dok/MP

STOPPRESS, MP UNPAR –  Wakil Rektor bidang Organisasi dan Sumber Daya menginisiasi Rencana Pemisahan Biro Sarana dan Prasarana (BSP) menjadi Biro Umum dan Teknik (BUT) dan Biro Pengelolaan Aset (BPA). Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat bagian dalam BSP yang tidak terurus dengan baik yaitu aset. Akhirnya, pemisahan itu dilakukan agar pengelolaan aset dapat berjalan dengan baik.

“Kami berpkir untuk mencoba menerapkan konsep yang ideal dalam manajemen aset. Mulai dari perencanaan dan pengadaan, pemanfaatan dan pengelolaannya, pengukuran atas kinerja asetnya lalu sampai dengan pembuangan,” ujar Orpha Jane selaku Wakil Rektor Bidang Organisasi dan Sumber Daya saat ditemui di ruangannya pada Kamis (17/11) lalu.

Dalam hal pengadaan asset, pengelolaan yang baik menjadi hal utama yang harus dimiliki. Ia menjelaskan apabila Unpar memiliki database yang lengkap tentu dapat memudahkan pengendalian pembelian sehingga tidak terjadi duplikasi. Disamping itu, pembelian suatu barang dapat dipastikan benar didasarkan atas kebutuhan saat itu.

“Jadi dalam hal pengadaan aset misalnya kita tidak punya data bila kemudian kita ingin mengadakan sesuatu di tahun berikutnya. Kita tidak punya data kalua kita udah punya hal itu atau belum,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan Roni Sugiarto selaku kepala BUT (red. dulu Kepala BSP) saat ini, BPA memiliki peran kontrol pendataan sedangkan BUT memiliki peran terkait pemeliharaan dan pengelolaan. Peran BUT juga mencangkup keamanan, ketertiban dan kebersihan.

“Iya kalau bicara tentang aset sebetulnya, ya inventarisasi kaitannya tentang pendataan kontrolling depresiasi dan penghapusan itu bicara data. Jadi itu yang dikerjakan,” ucap Roni saat ditemui di ruangannya pada Selasa (15/11) lalu.

Akan tetapi hingga saat ini pemisahan BSP belum dapat dipastikan keresmiannya. Lantaran belum mendapat persetujuan dari pihak yayasan. Jane menuturkan yayasan memiliki sudut pandang berbeda dengan pihaknya. Hal itu disebabkan terdapat pertimbangan yayasan yang menganggap terdapat tugas -tugas yang tampaknya mirip dengan rancangan yang sudah ada sehingga dianggap belum saatnya.

“Nanti kita pun juga melihat bagaimana maunya yayasan. Apakah fungsi BPA dimasukan saja ke BUT sehingga menjadi Biro Umum Aset dan Teknik (BUAT)? Kalau formal hitam di atas putih itu juga belum,” ucapnya.

YUGO ANUGRAH, VINCENT FABIAN

 

 

Related posts

*

*

Top