Pengabdian Masyarakat Teknik Industri 2016 Resmikan Bank Sampah

Peresmian Bank Sampah PTMI 2016, Dok HMPSTI UNPAR Peresmian Bank Sampah PTMI 2016, Dok HMPSTI UNPAR

STOPPRESS MP, UNPAR  Sabtu (5/3) lalu Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri (HMPSTI) mengadakan acara penutup dari rangkaian Pengabdian Mayarakat Teknik Industri (PMTI). Acara ditutup dengan Peresmian bank sampah dan dilanjutkan dengan acara hiburan di wilayah RW 15 Tamansari.

“Acara pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk jangka panjang. Untuk tahun ini Industrial Charity Event (ICE) 2016 melakukan pembangunan bank sampah dan pelatihan penggunaan biodigester. Panitia ingin warga RW 15 ini sadar kalau sampah mempunyai nilai jualnya,” ujar Handy Samanta (TI 2013) selaku ketua acara ICE ketika diwawancarai saat acara berlangsung.

Bank sampah sendiri merupakan satu tempat untuk para warga menabung sampah, yang dapat ditukarkan menjadi uang sesuai dengan saldo sampah yang ditabung berdasarkan kilogram. “Bank sampah dalam bentuk bangunan masih dalam proses dan terdapat sistemnya yaitu kepengurusan, job desk, progress. Tujuannya, supaya berkelanjutan terutama beberapa tahun mendatang masih berlangsung manfaatnya,” ujar Handy.

Selain itu panitia juga memperkenalkan Biodigester kepada masyarakat. Samahita menjelaskan bahwa Biodigester merupakan pengolahan sampah organik menjadi gas metan dan pupuk cair. “Untuk pengolahannya sudah digalakan penyuluhan dan pelatihan pengerjaannya kepada masyarakat,” jelasnya

Ketika ditanya mengenai alasan pemilihan tempat, Handy menjawab Karena di tempat ini (RW 15 Tamansari) lumayan padat, terdapat sejumlah 1000 kepala keluarga, daerahnya kumuh serta kotor karena sampah. “Tempat ini sangat cocok untuk program bank sampah, Biar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan,” jelasnya ketika di wawancara di awal kegiatan

Selain itum Deden Suhana selaku ketua pengurus bank sampah sekaligus perwakilan RW setempatmengaku  sangat mendukung acara ini. Ia mengatakan bahwa sampah termasuk masalah nasional dan perlu perhatian serta pembinaan pada penduduk setempat. “Kami merasa kewalahan menangani sampah yang jumlah debitnya semakin bertambah,” ucapnya. Deden pun juga berharap dengan adanya bank sampah ini bisa menumbuhkan semangat cinta pada lingkungan dan kebersihan juga dari sisi eknomi berupa mengubah sampah menjadi kerajinan tangan.

Warga sekitar pun merasa terbantu dari diadakannya Bank sampah ini, salah satunya bagi Wina warga RW 15 tamansari yang berpendapat bahwa dengan adanya bank sampah ini sangat membantu lingkungan sekitar, terutama dalam pengolahan sampah. “Dari pengolahan sampah itu, bisa dapat keuntungan dari menjual kerajinan sampah,” ucapnya.

PMTI (Pengabdian Mayarakat Teknik Industri)  diselenggarakan di RW 15 oleh HMPSTI Unpar, bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu Teknik Industri yang dapat berguna bagi masyarakat. Sebelum acara penutup peresmian bank sampah ini, telah diadakan rangkaian acara PMTI salah satunya ialah pengobatan gratis yang bertajuk ICE serta penyuluhan dan pelatihan pengolahan sampah menjadi daya guna bertajuk  Engineering Society College (ESC) di tempat yang sama.

FIQIH RIZKITA

Related posts

*

*

Top