Penempelan Stiker di Luar Lingkungan Unpar Digugat BANGGA

Sidang gugatan di sekretariat MPM, Selasa (5/5) hingga Rabu (6/5) dini hari. MP/ Vincent Fabian Sidang gugatan di sekretariat MPM, Selasa (5/5) hingga Rabu (6/5) dini hari. MP/ Vincent Fabian

STOPPRESS MP, UNPAR – KPUPM (Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa) Unpar menengahi gugatan ketiga yang diajukan oleh kandidat nomor urut 1 kepada kandidat nomor urut 2 dalam sidang gugatan, Rabu(06/05) pukul 00.30 WIB. Adapun, perihal gugatan itu adalah soal penempelan stiker kandidat nomor urut 2 di luar lingkungan Unpar yang dinilai melanggar aturan tentang peletakkan atribut kampanye, walaupun tidak membuahkan sanksi kepada kandidat nomor urut dua.

Isi Gugatan tersebut perihal penempelan stiker pasangan nomor urut 2 di luar kampus (Jalan Bukit Sastra) yang dinilai melanggar pasal PUPM tentang lokasi atribut kampanye yang hanya terbatas pada lingkungan Unpar.“Saat saya sedang melewati Jalan Bukit Sastra, terdapat sebuah marka yang tertempel sebuah stiker dari pasangan RR (Rully Richard) berwarna hitam,” ucap Bhareno Barus (HI 2012) selaku saksi dari pasangan nomor urut 1. Kesaksian serupa juga dikemukakan oleh Nadia Prameswari (T. Kimia 2012) selaku saksi kedua yang melihat stiker itu.

Derian Laurensius Darundio (T. Sipil 2012), selaku penanggung jawab tim sukses pasangan nomor urut 2 menanggapi hal tersebut dengan menyatakan bahwa sebelumnya ia telah mengklarifikasikan kepada Sharleen Widjaya (HI 2012) selaku ketua acara menyangkut izin pembuatan stiker. Namun, ia juga sempat mempertanyakan mengenai risiko terkait penempelan stiker yang tidak dapat dikontrol setelah disebarkan. “Takutnya saat souvernir dibagikan, kita tidak bisa mengontrol tangan orang untuk menempel di mana, itu yang saya takutkan,” ucapnya. Ia juga menambahkan bahwa Sharleen pun mengizinkan dan apa yang ditakutkan itu diatasi dengan penghimbauan saja. Hal tersebut dianggap Derian telah memenuhi prosedur terkait proses verifikasi stiker dan KPUPM dianggap telah memverifikasi stiker tersebut walaupun hal itu berisiko menimbulkan pelanggaran.

Stephen Angkiriwang (HI 2012) dan Gema Satrio (T. Industri 2012) selaku calon nomor urut 1 sekaligus pihak penggugat menekankan bahwa risiko itu seharusnya ditanggung oleh pihak tergugat dan beranggapan penempelan itu tergolong bentuk kampanye. Menurutnya, pihak KPUPM tidak berhak membatasi souvernir apa saja yang bisa dicetak atau tidak dan pihak yang ingin menyebarkan dianggap harus bisa menilai mana saja yang berisiko menimbulkan pelanggaran.

Di saat para peserta sidang mempersoalkan penempelan stiker, Richard Sianturi (Hukum 2012) selaku cawapresma nomor urut 2 sekaligus pihak tergugat mempersoalkan relevansi isi surat gugatan dengan pasal yang diajukan penggugat. “Jadi surat gugatan ini sebenarnya tidak bisa diterima,” tegasnya. Hal itu ditanggapi kandidat nomor urut 1 tetap menganggap penempelan stiker itu tergolong perusakan fasilitas. Namun, keterangan pimpinan sidang memperkuat paparan Richard bahwa perusakan fasilitas dimungkinkan, tetapi hanya pada lingkungan Unpar saja.

Sidang yang berakhir pada pukul 02.00 WIB ini menjadi sidang terakhir yang berlangsung sejak pukul 21.00. Seluruh peserta sidang diisolasi oleh panitia KPUPM dari komunikasi dan keluar ruangan. Saat istirahat pun peserta dan pimpinan sidang dibatasi hanya pada lorong di depan sekretariat PUPM. Rully (T. Sipil 2012) selaku capresma nomor urut 2 tidak hadir pada sidang itu lantaran ia harus mendampingi neneknya yang sedang sakit.

VINCENT FABIAN

Related posts

*

*

Top