Pendataan Kebutuhan Korban Bencana Gunung Merapi Dimulai

Dana Darurat Rektorat Belum Turun

STOPPRESS – Unpar, yang diwakili oleh Faozan akan memulai proses pendataan kebutuhan para korban bencana letusan Gunung Merapi pada Sabtu (30/10). Lambatnya proses penurunan dana darurat rektorat masih jadi kendala.

Proses pendataan kebutuhan, atau biasa disebut dengan proses assessment korban bencana Gunung Merapi telah dimulai. Mewakili Unpar, Faozan, mahasiswa program studi Ilmu Administrasi Publik angkatan 2008 berangkat ke lokasi bencana di lereng Gunung Merapi pada Jumat (29/10) sore kemarin. “Disana saya akan menilai kondisi, melakukan pendataan terhadap orang-orang yang terkena bencana, semacam wawancara kebutuhan.” kata Faozan yang juga adalah Komandan UKM Bela Negara ini.

Sesampainya di lokasi, Faozan akan melakukan konsolidasi dengan sejumlah badan yang telah lebih dahulu tiba seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rumah Pelangi, dan lain-lain. Faozan sendiri akan terus berkoordinasi dengan LKM, khususnya Departemen Sosial dan Kemasyarakatan. “Minimal via telepon, saya akan terus menjalin kontak..” lanjutnya kemudian. Proses pendataan kebutuhan ini akan berlangsung hingga Senin (1/11), dimana hasilnya kemudian akan dijadikan acuan pada saat penyaluran bantuan Rabu (3/11) nanti.

Satu hal yang disesalkan Faozan adalah lambatnya pencairan dana darurat rektorat untuk korban bencana tersebut. Ini antara lain yang menyebabkan ia hanya bisa berangkat sendirian ke lokasi bencana. “Selain karena anggota lain ada kesibukan lain, juga karena dana belum turun, padahal semestinya keadaan bencana begini birokrasi bisa lebih mudah.” Katanya lagi. Ia pun mengaku harus merogoh kocek pribadinya sendiri untuk bisa membiayai perjalanan kereta ke Yogyakarta. Beruntung, di Yogyakarta ia memiliki teman yang bisa membantu perjalanannya sampai ke lokasi bencana. “Yah mau gimana lagi, kalau tidak diganti juga (biaya perjalanan -red) apa boleh buat.”

Keterlambatan ini dijelaskan oleh Vicky Satria, Menteri Bidang Sosial dan Kemasyarakatan saat ditemui Stoppress! Di sekretariat LKM Jumat (29/10) kemarin, “Dana darurat memang ada, Cuma belum tentu langsung keluar, tetap ada proses. Kalo cepat-cepat, repot di rektoratnya.” Jelasnya. Ia juga menjelaskan bahwa hingga Jumat (29/10) ia belum memasukkan proposal, karena Kepala BAAK, Rosmaida sedang disibukkan oleh persiapan SPKM (Satuan Poin Kegiatan Mahasiswa) dan FRS Online pada November nanti. Rosmaida sendiri yang Stoppress coba wawancarai di hari yang sama menjawab ia sedang sibuk “Aduh, jangan sekarang ya, nanti kalo sudah beres wisuda saja wawancaranya.” katanya.

Posko Bantuan Masih Dibuka

Posko bantuan  bagi korban bencana Gunung Merapi dan tsunami Mentawai masih akan dibuka sampai Selasa (2/11) nanti. Sumbangan dapat disalurkan di sekretariat semua Himpunan Program Studi, sekretariat Lembaga Kepresidenan Mahasiswa, dan sekretariat unit-unit kegiatan mahasiswa UNPAR. Selain barang-barang, juga dibuka pendaftaran bagi mereka yang ingin menjadi tenaga sukarela. Pendaftaran tenaga sukarela ini dapat dilakukan dengan menghubungi Koordinator Sukarelawan di UKM Bela Negara dan UKM Mahitala.  Informasi lebih lanjut mengenai posko bencana dapat dilihat di laman facebook “Posko Bantuan untuk Merapi dan Mentawai” (MF)

Related posts

*

*

Top