Pemilu Unpar Tahun Ini Akan Gunakan Sistem Electronic Vote

STOPPRESS MP,UNPAR – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Unpar, Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) selaku panitia penyelenggara akan menggunakan sistem yang berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini proses pemungutan suara akan menggunakan teknologi dengan menggunakan komputer. Sistem klik dipilih sebagai pengganti kertas coblos.

Chandra Pratama Sudiro (Teknik Industri 2010) selaku ketua Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (KPU-PM) Unpar tahun ini membenarkan hal tersebut.

“Setelah melihat kondisi dari tahun-tahun sebelumnya, juga berkaca pada beberapa Universitas lain yang ternyata berhasil menggunakan sistem klik ini,” kata Chandra ketika ditemui MP di ruang MPM pada rabu(3/4).

Ia menjelaskan mekanisme baru tersebut sebenarnya tidak berbeda jauh dari tahun lalu, yang berbeda hanya cara pemilihannya saja. “Selebihnya bakal sama, nantinya bakal ada kertas yang dimasukan ke kotak suara.”

Menurut Chandra,  proses pemungutan suara nantinya akan dirasa lebih meyakinkan. Dalam sistem coblos, banyak suara yang hilang (Tidak sah.red) hanya karena pemilih tidak mencoblos sesuai ketentuan yang berlaku. “Contohnya saja, ketika aturan mengharuskan pemilih mencoblos nomor urut calon, tetapi masih ada saja yang nyoblos di muka kandidat. Sehingga ada suara yang terbuang, kalau dengan komputer semua suara akan masuk meskipun mahasiswa memilih untuk abstain,” terang Chandra.

Secara teknis, Chandra menjelaskan sistem klik ini akan berbeda ketika mahasiswa berada dalam bilik suara. Sebelum masuk bilik suara, mahasiswa akan diberi satu password berdasarkan NPM. Di dalam bilik, akan ada masing-masing satu monitor, numb-pad dan mouse. Setelah itu,  mahasiswa harus memasukan NPM dan password yang telah diberikan sebelumnya.  Terakhir, akan muncul kertas print berisi suara dari mahasiswa yang memilih. Kertas print tersebut kemudian dimasukan ke kotak suara.

Selanjutnya data tersebut akan dijaga kerahasiaannya karena sistem server-nya tidak didesain untuk mentrack pemilik suara yang bersangkutan. “Kita emang gak mau tahu mengenai siapa memilih siapa atau bahkan memilih abstain sekalipun, karena kalau tahu berarti sistem kerahasiaannya jadi percuma dong,” ungkapnya.

Dalam Proses pemungutan suara yang akan diadakan pada 22-23 April 2013 ini, KPU bekerja sama dengan Biro Teknologi Informasi (BTI) yang akan bertindak sebagai tim audit.

(Blandina Lintang, Nadhila Renaldi/ Adytio Nugroho)

Related posts

*

*

Top