Pemilu Unpar Kembali Gunakan Sistem E- Vote

STOPPRESS - KPU Kembali Gunakan E- Vote / Stoppress STOPPRESS - KPU Kembali Gunakan E- Vote / Stoppress

STOPPRESS MP, UNPAR – Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PUPM) Unpar 2014 kembali menggunakan sistem E-Vote. Hal ini disampaikan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU-PM) Unpar dalam sosialisasi PUPM 2014, Selasa (4/2) di Operational Room gedung Rektorat.

“Kami akan menggunakan kembali sistem e-vote berdasarkan hasil survey yang telah kami lakukan sebelumnya”, ujar Yosef Noferanus Gea selaku Ketua KPU dalam forum sosialisasi tersebut. Survey tersebut dilakukan KPU dengan menyebarkan angket kepada beberapa responden dari setiap fakultas. Dalam survey tersebut sebanyak 66% menyetujui kembali menggunakan e-vote, 37 %menyetujui pemilu konvensional dan sebanyak 3 % abstain.

Dalam sistem e-vote ini pemilih akan memberikan suara dengan cara mengklik kolom yang tersedia di komputer Tempat Pemungutan Suara (TPS), tidak lagi dengan cara mencoblos seperti cara konvensional. Diberlakukannya sistem e-vote dalam Pemilu Unpar sebelumnya sempat menjadi pro dan kontra hingga berujung digugatnya KPU pada bulan april tahun lalu. Pada saat itu, penggugat yang terdiri dari dua tim sukses calon kandidat yang kalah menggugat sistem e-vote yang dinilai banyak kelemahannya. Sistem e-vote pun diklaim sebagai preseden yang buruk untuk kembali diberlakukan.

Menanggapi hal tersebut, Yosef mengatakan bahwa telah banyak perbaikan dalam sistem e-vote yang diberlakukan tahun ini. “Tahun ini kita akan lebih banyak melibatkan BTI (Biro Teknologi Informasi-red) dalam pengerjaan databasenya, sehingga lebih secure “, ujar Yosef. Ia menjelaskan bahwa  BTI akan terlibat dalam pengelolaan database dan validasi kartu pemilih. Selain itu penggunaan fasilitas jaringan internet dan server internal BTI juga digunakan untuk menyimpan suara yang masuk.

“Dibandingkan tahun sebelumnya, suara yang ada langsung masuk ke server BTI”, kata mahasiswa program studi Administrasi Publik tersebut. Yosef pun mengklaim sistem yang baru ini dapat menurunkan  margin error dari yang asalnya 3.7 % menjadi 1%, namun ketika salah seorang anggota KPUF dari Ekonomi menanyakan bagaimana cara menurunkan margin error tersebut,  Yosef tidak dapat menjawab.

Dalam forum sosialisasi yang dihadiri oleh KPU-Fakultas dan Penaggung Jawab Pemilu Fakultas (PJPF) tersebut juga dibahas mengenai teknis pelaksanaan Pemilu serta Peraturan Pemilu. KPUF dari beberapa Fakultas juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar teknis Pemilu hingga peraturan Pemilu. Forum tersebut dimulai pukul 17.00 dan berakhir pukul 20.30. Pemilu Unpar sendiri akan diadakan pada tanggal 30 April 2014.

CHARLIE ALBAJILI

Related posts

*

*

Top