Pemilu Persatuan Mahasiswa Unpar Sedot Dana 30 Juta Rupiah

STOPPRESS – Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PUPM) Unpar yang diadakan tahun 2011 dianggarkan hingga Rp30.000.000,00.

Hilmy Konstantinus anggota Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) yang merangkap sebagai Ketua Pelaksana PUPM Unpar menuturkan jumlah ini lebih besar dari jumlah yang dikeluarkan pada tahun lalu, “Pada tahun lalu jumlah yang dikeluarkan berada di kisaran Rp20.000.000,00,” ujar Hilmy. Dana sendiri dikeluarkan langsung oleh Rektorat melalui proses yang bertahap.

Hilmi menilai bahwa biaya yang dikeluarkan sebanyak 30 juta tersebut cukup proporsional. Biaya sebanyak ini digunakan khususnya untuk publikasi dan logistik dari tahap screening hingga terpilihnya calon Presiden Mahasiswa, anggota Majelis Perwakilan Mahasiwa, dan Ketua Himpunan. Sedangkan untuk pelantikan dan akomodasi setelah terpilihnya pengurus Persatuan Mahasiswa tidak masuk kedalam list pembiayaan, “Akan ada perencanaan biaya dari Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) dan MPM yang baru terpilih nanti,” jelas Hilmy.

Biaya tahun ini melonjak karena publikasi akan dilakukan secara besar-besaran. Publikasi menjadi pilihan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa, “Tiap tahunnya mahasiswa yang terlibat dalam PUPM hanya 50% dari keseluruhan mahasiswa UNPAR,” kata Hilmy. Bahkan lanjut Hilmy banyak yang tidak mengetahui siapa calon-calonnya dan jadwal PUPM itu sendiri. Diharapkan publikasi yang memadai membuat mahasiswa turut aktif terlibat dalam PUPM.

Sejumlah mahasiswa ketika dimintai komentar oleh MP merasa keberatan dengan besaran biaya yang dianggarkan. Dhimas Lintang mahasiswa Administrasi Publik angkatan 2008 misalnya, menganggap hal tersebut sebagai tindakan kurang bijak, “Penganggaran sebesar itu kurang bijak. Terlihat seperti pemborosan padahal dana bisa dialokasikan ke bidang lain,” ujar Dhimas.

Hal senada dilontarkan oleh Andi, mahasiswa Administasi Bisnis angkatan 2007, “Masa iya biaya percetakan dan sewa peralatan bisa semahal itu? Jangan berpusat bagaimana mencari uang dari setiap sisi,” kata Andi. Andi juga ingin ada transparansi penggunaan keuangan, “Coba lebih transparan lagi penggunaan keuangannya, biar semua mahasiswa tahu yang menggunakan itu orang yang benar” tutup Andi. (Raisa Fauzia)

Related posts

*

*

Top