Pemilihan Ketua Senat Tertunda

Unpar/ dok. MP Unpar/ dok. MP

STOPPRESS MP, UNPARPemilihan ketua senat yang semula direncanakan pada 8 Mei 2015 diundur menjadi tanggal 28 Mei 2015. Adapun, pengunduran itu disebabkan adanya kesepakatan untuk membuka peluang bagi calon non anggota senat dengan ketentuan berstatus guru besar.

“Senat membuka opsi kepada guru besar yang masih menjabat (di tingkat universitas red.) boleh masuk dalam bursa pencalonan dengan syarat melepas jabatannya jika terpilih,” ucap Sani Susanto selaku sekretaris senat saat ditemui di ruang senat Ged. 0 Lt.4 pada Selasa (19/5) lalu.

Pria yang sehari-hari mengajar mata kuliah Statistika itu juga menjelaskan bahwa opsi ini disepakati dalam rapat senat pada Jumat (8/5) lalu. Sebelumnya, 8 Mei direncanakan menjadi tanggal pemilihan ketua senat untuk menggantikan Johannes Gunawan yang berhenti dari jabatannya. Namun, Sani juga menjelaskan bahwa dalam rapat itu ada yang menanyakan soal kemungkinan lain terkait syarat menjadi ketua senat.

Kemungkinan yang dimaksud adalah boleh tidaknya pencalonan dilakukan bagi yang belum mencapai guru besar dan di luar anggota senat. Berdasarkan penuturan Sani, rapat senat tetap mengharuskan jenjang guru besar, tetapi membuka opsi bagi calon non anggota senat. Non anggota senat yang dimaksud adalah mereka yang menjabat di struktur universitas. (Surat Pembaca: Tanggapan Pengunduran Jadwal Pemilihan Ketua Senat)

Dari keputusan itu, Sani menjelaskan bahwa senat akhirnya mengirimkan sebuah surat ke 15 guru besar Unpar terkait bersedia/tidak dicalonkan sebagai ketua senat. Di samping kesediaan, Sani menambahkan bahwa mereka juga harus menandatangani persetujuan untuk bersedia mundur dari jabatannya jika terpilih nanti. Adapun, batas pengumpulan pernyataan itu ditentukan pada Jumat(22/5) yang selanjutnya pada Kamis (28/5) dilakukan pemilihan.

Terkait proses pemilihan, mekanisme voting akan diganti dengan metode seleksi. Hal itu sejalan dengan usulan Johannes Gunawan selaku anggota senat yang menganggap metode dunia pendidikan tidak bisa disamakan dengan politik. “Usulan itu disambut baik oleh anggota senat karena belum tentu calon dengan suara terbanyak adalah yang terbaik,” ucap Sani.

VINCENT FABIAN

Related posts

*

*

Top