Pembangunan PPAG Utamakan Truk Masuk atau Calon Sarjana Masuk (?)

Suasana pembongkaran  Gedung Serba Guna (GSG) sudah sampai pengerukan untuk pembangunan basement setinggi tiga lantai berdasarkan wawancara MP bersama Triweko pada 14 November 2014. Berdasarkan wawancara pembangunan tahap I ini akan selesai pada bulan Desember atau Januari 2015/ dok MP gambar ditemukan di papan pengaman dekat Himpunan Arsitek Suasana pembongkaran Gedung Serba Guna (GSG) sudah sampai pengerukan untuk pembangunan basement setinggi tiga lantai berdasarkan wawancara MP bersama Triweko pada 14 November 2014. Berdasarkan wawancara pembangunan tahap I ini akan selesai pada bulan Desember atau Januari 2015/ dok MP gambar ditemukan di papan pengaman dekat Himpunan Arsitek

STOPPRESS MP, UNPAR –Pertanyaan pembangunan Pusat Pembelajaran Arntz-Geisse (PPAG) utamakan truk masuk atau calon sarjana masuk sempat terlontar pada diskusi bersama yayasan di Gedung Rektorat Lantai 2 oleh Richard Sianturi (FH 2012) pada Jumat (4/12). Pertanyaan itu didasarkan karena sering terjadinya persilangan jalan antara truk pembangunan dan mahasiswa yang akan memasuki kampus.

“Kami tahu kampus sebesar ini membutuhkan bangunan yang baik, namun jangan hanya masa depan yang terus diperhatikan, apa yang terjadi saat ini juga harus dijaga,” ujarnya pada saat diskusi berlangsung.

Pernyataan yang serupa juga dikeluarkan oleh Bhareno (HI 2012) selaku perwakilan LKM. Ia menyebutkan bahwa beberapa waktu kebelakang LKM menemukan kasus dosen Fakultas Hukum tidak mengajar karena tidak mendapat parkir dikarenakan lahan parkir diambil alih oleh truk pembangunan. “Karena kasus tersebut, beberapa kelas di Fakultas Hukum jadi ditiadakan dan itu merugikan mahasiswa,” tegasnya.

Stephen Angkiriwang (HI 2012) selaku Presiden Mahasiswa menyebutkan salah satu kasus terkait pengamanan persilangan antara mahasiswa dan poyek pembangunan. “Saya sempat kirim video, ada alat besi yang diturunkan pada saat mahasiswa bubar, namun jawaban Tim Pembangunan PPAG menegaskan bahwa wewenang tersebut ada pada pihak satpam, dan menyalahkan kontraktor yang nakal,” katanya.

Perwakilan tim pembangunan PPAG yang juga berada dalam forum diskusi tersebut membenarkan bahwa dalam penurunan besi dan lalu lalang truk adalah wewenang dari pihak Satpam. “Pada saat menurunkan besi memang harus diamankan, jadi kalau satpam bertindak yaitu memblokir ya memang seperti itulah,” ujar Alex, selaku perwakilan Tim pembangunan PPAG.

Ia juga menambahkan bahwa usaha yang paling mudah adalah mahasiswa harus berhati-hati. Menurutnya, mahasiswa juga harus berjiwa besar dan sedikit berkorban untuk menjadikan kampus yang lebih baik.

Diadakan dialog untuk mencari solusi dari kegiatan pembangunan PPAG terkait surat somasi yang diajukan kepada pihak yayasan. Dialog ini diadakan di Gedung Rektorat Lantai 2 pada Jumat (4/12) lalu. Dalam dialog ini dihadiri oleh Ketua yayasan, Tim Pembangunan PPAG, Pihak Rektorat dan beberapa perwakilan mahasiswa LKM, MPM, serta himpunan-himpunan.

KRISTIANA DEVINA

Related posts

*

*

Top