Pembangunan Gedung UKM Terhambat IMB

“Saya sudah meminta yayasan untuk mengurus ini dari 2 tahun lalu. Berdasarkan IMB, kami cuma mendapat izin untuk membongkar 20% gedung tersebut.”

STOPPRESS – Wacana pembangunan gedung baru untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang beredar di kalangan mahasiswa akhirnya menemui kejelasan. Pembangunan terhambat karena Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum tuntas.

Kepala Biro Sarana dan Prasarana, Bawono, saat ditemui di kantornya, memastikan isu soal eksekusi gedung itu hanya angin lalu. “Belum ada lampu hijau dari yayasan untuk mengeksekusi gedung UKM yang lama” ujar Bawono. Bawono menambahkan, belum turunnya IMB untuk gedung UKM adalah penyebab mandeknya rencana tersebut, “Pihak yang akan membangunnya sudah ada, rancangan juga sudah di presentasi, tapi  karena IMB yang tidak kunjung turun kondisinya jadi terbengkalai” tambahnya.

“Saya sudah meminta yayasan untuk mengurus ini dari 2 tahun lalu. Berdasarkan IMB, kami cuma mendapat izin untuk membongkar 20% gedung tersebut, tidak akan berguna kan kalau cuma segitu yang dirubah. Makanya BSP sudah lepas tangan soal gedung ini, karena percuma kalau mau diperbaiki yang rusaknya, toh gedungnya pun sudah tidak layak huni.” Lanjut Bawono.

Ada banyak isu yang beredar bahwa eksekusi gedung UKM lama akan dilakukan sekitar akhir tahun 2010. Rama, anggota UKM SATRE, membenarkan isu yang beredar tersebut, “Saya tahunya dari teman-teman yang aktif di UKM juga. Kalau rapat koordinasi ga pernah ada pemberitahuan soal itu,” ujar Rama. Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), Sarah Kasenda, membenarkan isu tersebut. “Rencananya akan dilakukan akhir tahun ini. Karena menurut hasil survey, gedung UKM yang ada sekarang ini sudah tidak layak huni.” ucap Sarah. Namun, Wakil Presiden Mahasiswa UNPAR, Sebastian Tanius, menyangkal tentang isu tersebut, “Belum ada pemberitahuan lebih lanjut tentang gedung UKM tersebut.” lanjut Tanius, hal ini menimbulkan kesimpang siuran kabar soal eksekusi gedung UKM.

Rencananya gedung UKM yang akan dibangun nanti akan berbentuk gedung 4 tingkat yang memiliki fungsi berbeda tiap tingkatnya. Pembangunan ini akan dibarengi dengan peningkatan lahan parkir hukum dan gedung Teknik, yang IMB-nya diurus bersamaan dengan gedung UKM. Untuk sementara, rencananya sekre UKM akan dipindah sementara ke basement gedung 3, yang dulu dipakai untuk lab FTIS. Namun evakuasi ini masih meninggalkan beberapa masalah. Salah satunya adalah lokasi tersebut tidak cukup untuk menampung UKM yang tercatat sekarang berjumlah 27.

Sebelum ini, sejumlah lokasi disebut akan menjadi lahan evakuasi UKM. Diantaranya Semi-Basement gedung 9 dan Basement Lab jurusan Arsitektur. Relokasi KKBM dan Unit Kesehatan Boromeus juga masih menjadi pertanyaan karena relokasi UKM tersebut tidak termasuk relokasi 2 unit fasilitas kampus tersebut. “Permasalahan kapasitas tersebut juga masih sedang dibicarakan oleh LKM. Kami sekarang sedang menyiapkan tim dari mahasiswa yang akan membantu dalam perencanaan evakuasi tersebut.” Jawab Tanius.

Bagi mahasiswa yang aktif di UKM, pembangunan gedung UKM dirasa sangat dibutuhkan oleh mahasiwa. Sebab, fasilitas yang kini ada tidak lagi bisa disebut layak. Tanius selaku perwakilan dari Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) pun merasa demikian. “LKM merasa UKM mutlak membutuhkan fasilitas yang baru. Karena kami pun punya sejumlah program kerja yang membutuhkan fasilitas kampus yang layak.” Ujar Tanius. Menurut Rama fasilitas gedung UKM kini memprihatinkan. “Kapasitas listrik kurang dan banyak terjadi kebocoran. Aula UKM juga terlalu sempit. Untuk memakai aula buat latihan saja harus berebut sesama UKM.” ujarnya.

“Saya yakin mahasiswa lain pun akan merasakan hal yang sama. Pembangunan gedung UKM baru mutlak dilakukan, karena kegiatan mahasiswa juga makin berkembang. Dan UKM yang ada kini juga membutuhkan fasilitas yang lebih baik. Saya harap kelangsungan rencana ini juga dilakukan secara berkesinambungan. Sebab, seringkali rencana pembangunan fasilitas kemahasiswaan di UNPAR berakhir di wacana saja.” Tambah Rama. (DN)

Related posts

Top