Pemaparan Yu Sing dalam Diskusi “Bangkitnya Pembangunan-isme Orde Baru”

Diskusi "Bangkitnya Pembangunan-isme Orde Baru" bersama Yu Sing dan Marco Kusumawijaya pada Jumat (23/9). Dok/ MP Diskusi "Bangkitnya Pembangunan-isme Orde Baru" bersama Yu Sing dan Marco Kusumawijaya pada Jumat (23/9). Dok/ MP

Jumat (23/9) lalu, Yu Sing memaparkan bagaimana seorang arsitek dapat tumbuh bersama-sama dengan alam untuk menghadapi pembangunan-isme. Dalam pemaparan yang dilengkapi dengan presentasi sekitar 61 halaman, ia memaparkan bahwa pembangunan tidak selalu bertentangan dengan alam. Justru dapat dibuat berjalan beriringan. Ia menyebutnya dengan istilah paradigma eco arsitek sebagai ganti ego arsitek yang umumnya terjadi.

Melalui pengalamannya terlibat dalam proyek-proyek lingkungan, ia pun memperlihatkan sejumlah solusi-solusi yang pernah diusulkan dan mungkin untuk terapkan. Beberapa solusi itu yakni : pengembalian fungsi rawa, air, perkebunan, tanah, maupun sungai. Sejumlah desain pun terlihat memungkinkan penghuni rumah tidak lagi memerlukan AC, mengurangi penggunaan semen, menggunakan material bekas, dan mengurangi penggunaan listrik terutama untuk penerangan.

Selain itu, ia pun juga memaparkan solusi rumah susun bagi warga Kampung Pulo. Solusi itu juga turut memastikan bahwa warga dapat tetap tinggal tidak jauh dari tempat asal mereka selagi solusi penanganan banjir juga tetap berjalan. Bantaran sungai tidak lagi perlu menggunakan dinding beton, tetapi menggunakan dinding alami seperti hutan bambu dan bakau. Dalam rumah susun itu juga disediakan kantong-kantong air yang untuk merespon banjir.

Hasil pemaparan yang ditampilkan dalam diskusi “Bangkitnya Pembangunan-isme Orde Baru”, dapat dilihat dan didownload di link berikut:

Related posts

*

*

Top