“Peduli Bersama iCare For Disabled”

Suasana di Acara iCare for Disabled

Bandung, 26 Januari 2018

iCare for Disabled (iCFD) merupakan salah satu projek baru yang dilaksanakan oleh AIESEC Bandung. Projek ini berfokus pada kepedulian terhadap teman-teman berkebutuhan khusus, terlebih anak-anak, melalui pemberdayaan, pengajaran, penghiburan, dan juga penggalangan dana melalui pertunjukkan budaya. Melalui school roadshow dan Open House, projek ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan finansial mereka. iCare for Disabled berfokus dalam pencapaian Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Keberlanjutan nomor 4, yaitu Quality Education.

Total sukarelawan 6 orang dari berbagai negara seperti Malaysia, China, Gambia dan Mesir, di latarbelakangi dengan pendidikan yang bervariasi, namun peduli dan ingin ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini. Selama 6 minggu dimulai dari 15 Januari sampai 27 Februari, para sukarelawan melakukan berbagai kegiatan yang di agendakan dalam projek ini. Beberapa kegiatan utama dilakukan di SLB D YPAC (Sekolah Luar Biasa D Yayasan Pembinaan Anak-Anak Cacat) yang berlokasi di Jalan Mustang, Sukawarna, Kota Bandung.

Untuk mengenal seperti apa kondisi siswa-siswi di SLB D YPAC, kegiatan ini diawali dengan pertemuan dengan orang tua murid. Setelah itu, para sukarelawan dari luar negeri melakukan kegiatan kerajinan tangan, seperti membuat gelang, decoupage, mengecat, dan menggambar bersama dengan anak-anak difabel. Selain kerajinan tangan, juga ada kegiatan mengajar komputer, menari, dan belajar bahasa inggris bersama.

iCare for Disabled juga mengadakan kampanye dalam bentuk School Roadshow, yang diadakan di SMP Labschool UPI Cibiru dan SD Ar Rafi’ Bandung. Roadshow ini bertujuan untuk memberi wawasan luar negeri kepada siswa-siswi dengan menampilkan mini cultural exhibition dan mempublikasikan tentang kegiatan yang telah dilakukan di SLB D YPAC.

Puncak acara dari projek iCare for Disabled ini akan dilaksanakan pada 22 dan 23 Februari, yaitu Open House yang akan menampilkan beberapa penampilan dari anak-anak difabel bersama sukarelawan dan panitia. Penggalangan dana juga akan dilakukan dengan menjual kerajinan tangan yang sudah dibuat. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, anak-anak penyandang disabilitas akan lebih termotivasi dan percaya diri untuk mencapai cita-cita mereka, serta meningkatkan kepedulian masyarakat Bandung terhadap penyandang disabilitas.

 

Tentang AIESEC

AIESEC merupakan organisasi pemuda internasional yang tersebar di lebih dari 126 negara dan memiliki lebih dari 86,000 anggota di seluruh dunia. Melalui kegiatannya AIESEC berambisi untuk mencetak agen perubahan yang berkarakter, berkompetensi secara global dan dapat memberi pengaruh positif di masyarakat.  Melalui berbagai kegiatan yang diadakan oleh AIESEC, AIESEC mencetak para pemimpin yang mempunyai nilai self-aware, world citizen, solution oriented, dan empowering others agar dapat mengentaskan berbagai isu yang ada di masyarakat.

AIESEC sebagai wadah dalam kegiatan kepemimpinan mengadakan berbagai projek sosial untuk mendukung Sustain Development Goals yang dicanangkan oleh PBB. Berbagai kegiatan tersebut seperti pendidikan, lingkungan, social entrepreneurship, budaya, dan kesehatan. Setiap tahunnya AIESEC telah memberikan  kesempatan kepada lebih dari 20,000 orang untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan volunteering dan juga 24,000 orang untuk mengasah kepemimpinannya di seluruh dunia.

Sebagai salah satu organisasi yang dijalankan oleh pemuda terbesar di dunia, AIESEC memiliki 64 tahun pengalaman untuk mengembangkan anak muda semenjak berdiri tahun 1948. Saat ini AIESEC telah memilki 1,000,000 alumni di seluruh dunia yang diantaranya adalah Bill Clinton, Mario Monti dan Junichiro Koizumi. Di Indonesia sendiri, AIESEC telah berdiri semenjak tahun 1984, kini tersebar lebih dari 20 universitas dan di 10 Kota antara lain Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Padang, Malang, Bogor, Solo, Jogjakarta dan Medan bisa cek langsung di www.aiesec.or.id.

Disamping itu, AIESEC Bandung saat ini tersebar di enam universitas yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Kristen Maranata, dan Telkom University.

Related posts

*

*

Top