Parkiran Rektorat Dialihfungsikan Menjadi Lahan Hijau

Parkiran Depan Rektorat Ditutup. dok/MP Parkiran Depan Rektorat Ditutup. dok/MP

STOPPRESS MP, UNPAR – Pihak Rektorat telah memindahkan tempat parkir di depan Rektorat untuk dialihfungsikan sebagai lahan hijau kampus. “Jadi kebetulan ada keputusan Ridwan Kamil bahwa kampus itu harus ada penghijauan, green building,” jelas Iwan Supriadi selaku Ketua Komisi III (Pembangunan) Yayasan saat ditemui MP pada Jumat (26/8).

Hal senada juga diungkapkan oleh Roni Sugiarto selaku Ketua Biro Sarana dan Prasarana (BSP) saat Sore Bersama (Sobers) Kamis (1/9) lalu. Ia menjelaskan penutupan parkiran rektorat sebab wilayah itu difokuskan menjadi student space.

Selain sebagai ruang komunal, Ia juga menyebutkan perihal rencana pihak Yayasan terkait pembuatan kolam air guna menyediakan air untuk mengantisipasi kebakaran. Iwan pun juga mengakui bahwa Pihak Yayasan memang mencetuskan sebuah ide untuk mengalihfungsikan lahan parkir di depan rektorat menjadi kolam ikan.

Kolam ikan tersebut juga nantinya berfungsi sebagai sumber air untuk fire hydrant guna memadamkan api jikalau terjadi kebakaran di gedung Pusat Pembelajaran Arntz Geise (PPAG) dengan menara 14 dan 11 lantai tersebut.

Ide tersebut muncul dari ketiadaan fire hydrant dengan kapasitas air yang memadai untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran di gedung PPAG. Alex Hasan selaku Ketua Pembangunan PPAG pun membenarkan bahwa tanki bawah tanah yang tersedia saat ini masing-masing berada di basement rektorat, Gedung 9, dan Gedung 10.

“Itu masih minimal sekali. Jadi kalau kita liat 1 kompleks Unpar ini ya kurang sementara tanki bawah tanah hanya untuk WC, cuci tangan, dapur, dan di luar emergency,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Sudrajat, mahasiswa Hubungan Internasional 2013 mendukung maksud baik itu.“Bagus ya ada lahan terbuka hijau. Harapannya menambah lahan terbuka hijau buat mahasiswa. Kalau tentang kebakaran itu memang yang terbaiklah buat mahasiswa.”

Terkait dengan dampak penghijauan yang akan mengurangi ketersediaan lahan parkir, Iwan menjelaskan bahwa masalah parkir sudah ada sejak lama. Menurutnya, parkir telah menjadi isu yang didiskusikan oleh pihak komisi pembangunan, panitia PPAG, dan BSP untuk dicarikan solusi bagaimana sebaiknya pengelolaan lahan parkir.

Bertambahnya jumlah mahasiswa yang diterima Unpar pun turut meningkatkan jumlah kendaraan bermotor yang membutuhkan parkiran. “Jadi kita sedang pikirkan apakah tanah-tanah yang dipunyai Unpar misalnya di Ciloa itu dirubah untuk parkir atau untuk laboratorium Fakultas Teknik. Kita masih tidak tahu, masih jadi pemikiran sampai sekarang,” tambah Iwan.

“Diadain gedung PPAG atau gak, gak akan selesain parkiran. Tapi karena jumlah mahasiswa yang membawa kendaraan. Jadi walaupun dibangun lahan parkir baru, tidak efektif menyelesaikan masalah,” jawab Sudrajat (HI 2013) ketika diminta pendapatnya tentang parkiran Unpar.

 

ARYA MAHAKURNIA

Related posts

*

*

Top