Parahyangan Festival: “Pemilu Layak Gak Nih?”

Politik harus kita godok di dalam suhu keadilan intelektual ” Rocky Gerung

Tahun 2014 menjadi momen besar bagi masyarakat Indonesia karena dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2014 sehingga tahun ini disebut-sebut sebagai “Tahun Politik”.  Sekarang para capres dan caleg sudah mulai berkampanye melalui berbagai media baik dari televisi, surat kabar maupun poster dan baligo. Beberapa capres dan cawapres yang muncul diantaranya berangkat dari beberapa partai besar yang namanya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga. Mereka datang dari berbagai latar belakang yang berbeda tetapi, banyak diantaranya adalah pejabat dan pengusaha kaya raya yang katanya ingin menjadi pemimpin dan wakil bagi rakyat untuk mewujudkan pembangunan Indonesia yang lebih baik.

Pemilu 2014 adalah implementasi dari demokrasi akan tetapi masih dipertanyakan kelayakannya untuk tetap dilaksanakan, terutama elektabilitas partai yang menurun drastis diakibatkan banyaknya anggota legislatif yang berasal dari partai-partai terkemuka tertangkap tangan oleh KPK, hal tersebut menumbuhkan pesimisme masyarakat terhadap Pemilu 2014.

“kita ini sebetulnya sedang dalam kondisi andilau, antara dilema dan galau” kata Rocky Gerung. Maksudnya adalah masyarakat bimbang menggunakan hak pilihnya sebagai warga Negara Indonesia karena beberapa capres dan caleg yang sudah mulai berkampanye dinilai tidak kompeten untuk menjabat sebagai wakil rakyat. Ia menambahkan “ethic dibelakang politik yang defisit di Negara kita, politik harus kita godok di dalam suhu keadilan intelektual”.

“Sebetulnya kalian itu tidak cukup hey para caleg yang budiman” ujar Rocky Gerung ketika ditanya pendapatnya mengenai Pemilu 2014 yang akan diselenggarakan pada 9 April 2014 mendatang pada acara Parahyangan Festival. Menurutnya, parlemen kurang kompeten dan tidak mampu sehingga dapat mengakibatkan perkembangan politik Indonesia kedalam kegalauan dan kebodohan.

Parahyangan festival adalah acara yang diusung oleh UKM Media Parahyangan Universitas Katolik Parahyangan Bandung. Acara ini diselenggarakan agar mahasiswa mendapatkan pengetahuan lebih tentang Politik terutama pengetahuan mengenai Pemilu 2014 khususnya bagi mahasiswa yang tergolong pemilih muda. Menurut survei sebuah media swasta, pada Pemilu 2014 nanti pemilih pemula atau pemilih muda berkisar 40% dari keseluruhan suara mewakili sekitar 40.794.503 jiwa.

The idea of politic yang ada dalam pikiran mahasiswa itu cenderung negatif. “yang ada di pikiran mahasiswa itu para politisi yang kotor, korup, tidak menjaga amanah atau hanya mengejar kekayaan dan kekuasaan,” ujar Anita. Sehingga dibutuhkan pengetahuan ekstra bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif mengenai politik dan Pemilu 2014 agar dapat menggunakan hak pilih dengan memilih calon-calon yang kompeten.

“tetap ada mutiara diantara lumpur caleg yang banyak ini, kalau kita mau investasikan politik ini sampai 2019 ini adalah modal awal yang harus kita rawat” kata Rocky, beberapa diantara mereka adalah minoritas. Maka dari itu, perlunya memberikan dukungan bagi mereka meskipun mereka berangkat dari bendera partai yang memiliki pencitraan negatif karena problematika internal partai yang kompleks. “saya optimis pasti ada perubahan walaupun mungkin possibilities nya sangat kecil” ujar Anita.

 RIGINA HANDAYANI

Narasumber: Rocky Gerung dan Anita Wahid

 

 

 

Related posts

*

*

Top