Orasio Dies Natalis Fakultas Hukum Unpar ke-59 Angkat Tema Keberagaman dan Toleransi

Suasana Acara Dies Natalis Fakultas Hukum Unpar ke-59 Suasana Acara Dies Natalis Fakultas Hukum Unpar ke-59

STOPPRESS, MP – Fakultas Hukum (FH) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) rayakan dies natalis yang ke-59 dengan tema orasio dies “Pembangunan Hukum untuk masyarakat yang beragam” yang dibacakan secara langsung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasonna Hamonangan Laoly, yang menjadi tamu istimewa sekaligus sebagai orasium dalam inti acara dies natalis FH pada tahun ini. Acara yang di selenggarakan di aula Ruang 2305 Gedung 2 Fakultas Hukum tersebut, turut mengundang pula perwakilan Yayasan Unpar, Rektorat, sejumlah tokoh masyarakat dan tentunya alumnus FH Unpar.

“Latar belakang kami memilih tema dari orasio kali ini pada dasarnya adalah keberhasilan FH Unpar yang bisa beratahan selama 59 tahun, tentunya hal tersebut dapat dicapai tidak hanya dari segi akademik namun juga penerapannya pada masyarakat yang beragam”. Ujar Stella Delarosa selaku dosen sekaligus ketua pelaksana dies natalis FH Unpar tahun ini.

Menurutnya, rasa toleran merupakan hal mendasar yang dirasa dapat menumbuhkan kepercayaan terutama kampus Unpar yang berdiri di tengah-tengah masyarakat yang beragam pula. Oleh karena itu rasa toleransi sudah sejatinya menjadi kunci seeiring tumbuhnya pola bermasyarakat dengan pembangunan hukum selama ini.

“Tidak mungkin kita dapat bertahan selama ini apabila kita tidak toleran dengan masyarakat sekitar Ciumbuleuit contohnya, hal tersebut justru akan menjadi backfire bagi kita akademisi di gedung 2 ini,” Tambahnya.

Sejalan dengan latarbelakang yang dipaparkan di atas, isi orasio dies yang disampaikan langsung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yasonna Hamonangan Laoly, menjelaskan tentang pentingnya memanfaatkan pluralisme dan heterogenitas yang ada guna meperkuat kebesaran bangsa Indonesia.

“Tiap-tiap sub-sistem seperti air, tanah, udara dalam alam ini berkontribusi menghasilkan sebuah equilibrium ekologis yang membentuk sebuah ekosistem yang sempurna. Demikian pula dengan manusia, masing-masing suku, etnis, dan budaya berkontribusi dalam membentuk sebuah equilibrium sosial dalam masyarakat.” Ujarnya.

Dalam orasi tersebut ia menjelaskan bahwa Hukum masuk ke dalam ruang-ruang tanpa batas, hukum yang berlaku saat ini merupakan sentuhan serta adopsi dari pengaruh kental transnasional hingga internasional. Pluralitas dan heterogenitas menurutnya harus di pandang sebagai anugerah dari Tuhan. Terutama dengan pemetaan hukum yang hampir tidak bisa di batasi lagi dan hampir sulit menemukan perbedaan di antara sistem-sistem hukum yang hidup di masyarakat.

Adapun rincian acara Dies Natalis ke-59 FH Unpar di buka dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu nasional Indonesia Raya yang dilanjutkan pada sambutan-sambutan kemudian acara inti yaitu pembacaan orasio oleh Menkumham, penyerahan penghargaan pada mahasiswa berprestasi FH Unpar pada tahun 2017 dan ditutup dengan acara tiup lilin sebagai simbolik perayaan Dies Natalis.

 

GALING GANESWORO

Related posts

*

*

Top