Nasib Perokok di Kampus Unpar

Spanduk Larangan Merokok yang dipasang di Tembok KKBM (sebelum dibongkar) / dok. MP Spanduk Larangan Merokok yang dipasang di Tembok KKBM (sebelum dibongkar) / dok. MP

STOPPRESS MP, UNPAR – Semenjak pergantian rektor, larangan merokok menjadi simpang siur. Pasalnya, sebelum libur Natal spanduk dilarang merokok hanya terlihat di beberapa titik kampus Unpar. Mangadar Situmorang selaku rektor Unpar menegaskan bahwa larangan merokok masih diberlakukan. Namun, larangan merokok tersebut akan dibuat menjadi lebih persuasif.

“Prinsip peraturan merokok ini terkait dengan penekanan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan kesehatan pribadi,” ujarnya yang ditemui di Kantor Rektor pada Jumat (4/12/2015) lalu. Menurut Mangadar, pihak rektorat di periode ini akan mencoba melakukan pendekatan yang lebih persuasif dalam kampanye larangan tersebut. Misalnya dalam spanduk, bukan dilarang merokok tetapi menjadi jagalah kesehatan anda dengan tidak merokok.

Rektorat juga, menurut Mangadar, menyadari betul bahwa peraturan larangan merokok ini tidak efisien dan belum ada hasil nyatanya. Pihak rektorat merencanakan untuk membuat ruang khusus perokok, “sejauh ini Student Center dianggap sebagai tempat yang masih kita tolerir” ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada mahasiswa untuk saling mengingatkan dan menegur apabila ada yang merokok sambil berjalan di areal kampus atau membuang puntung rokok secara sembarangan. “Prinsipnya sekali lagi, kita tetap ingin menciptakan atau membangun budaya atau lingkungan kampus yang sehat” tegasnya.

Larangan merokok di Unpar sudah ditetapkan pada masa jabatan rektor sebelumnya yang berlandaskan Undang-Undang Kesehatan No 36 pasal 115 dan diatur dalam Surat Keputusam Rektor yang diumumkan pada Senin (15/9/2014) lalu di GSG. (Baca juga: Keputusan Larangan Merokok di Kampus Unpar Sudah Final)

HILMY MUTIARA

Related posts

*

*

Top