MPM Harus Perjuangkan Kepentingan Mahasiswa

Stoppres MP - Fungsi Legislatif dan Yudikatif MPM harus dipisah/ Charlie Stoppres MP - Fungsi Legislatif dan Yudikatif MPM harus dipisah/ Charlie

STOPPRESS MP, UNPAR – Bulan November lalu Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Unpar mengadakan rangkaian forum diskusi terbuka bagi mahasiswa yang diadakan di setiap fakultas. Tujuh fakultas di Unpar telah disambangi ‘anggota dewan’ kampus berawal dari Fakultas Filsafat pada 14 November, sampai terakhir di Fakultas Teknik pada 29 November lalu.

Ada tiga tema besar yang dijadikan pokok bahasan dalam forum tersebut, yaitu evaluasi kelembagaan MPM, penyampaian aspirasi mahasiswa secara langsung dan Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PU-PM) Unpar. “Sebenarnya kami ingin evaluasi PM Unpar, tapi akan lebih baik kami mengevaluasi lembaga kami dulu”,ujar Yosef Noferanus Gea selaku ketua komisi kemahasiswaan MPM yang membawahi acara ini.

Dalam forum diskusi yang digelar di ke-tujuh fakultas tersebut, pertanyaan seperti “ke mana MPM?” dan “apa fungsi MPM?” bergulir dari mulut mahasiswa. Pertanyaan tersebut dilontarkan berkaitan dengan posisi MPM sebagai penyalur aspirasi mahasiswa terhadap kebijakan rektorat. Vinsensius Maniani selaku ketua himpunan Fakultas Hukum dalam forum diskusi yang digelar di FH pada kamis, 21 November 2013 mengatakan, “Apa saja sih yang MPM sudah kerjakan? Mahasiswa hukum belum merasakan akan adanya MPM”.

Pernyataan senada juga disampaikan Anthony, seorang mahasiswa FTI yang mengaku tidak merasakan keberadaan MPM. “Sejak saya masuk, saya ga merasa ada dampak dari MPM. Kira-kira apa ya yang bisa dirasakan untuk kedepan dari keberadaan MPM ?”, ujarnya dalam forum diskusi di FTI pada 26 November 2013.

Berbagai tanggapan mahasiswa tentang berbagai isu pun mengemuka seperti isu tentang imbauan larangan merokok, peraturan semester pendek hingga masalah fasilitas mahasiswa yang tidak memadai. Mahasiswa menganggap fungsi legislatif yang diemban MPM tidak berjalan baik dengan masih banyaknya peraturan yang menyudutkan mahasiswa dan fasilitas umum yang tak kunjung dibenahi.

Dalam forum diskusi di FISIP pada 18 November 2013 misalnya, mahasiswa yang hadir mendesak MPM untuk lebih proaktif mengkritisi peraturan rektor yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa. Devinisa Suhartono, seorang mahasiswa Adminisrasi Publik 2010 mengatakan, “MPM Harus perjuangkan kepentingan mahasiswa terhadap peraturan rektor yang telah dibuat, jangan sampai mahasiswa yang dirugikan dan kalian ga berbuat apa-apa”.

Lebih lanjut mahasiswa FISIP mendesak MPM agar tidak menjadi ‘perpanjangan tangan’ rektorat. MPM dinilai tidak aktif mengkritisi peraturan rektorat yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa. MPM diharapkan lebih proaktif dan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa yang ditujukan kepada rektorat.

“Seharusnya MPM ini bisa mengkritisi peraturan rektor yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa. Misalnya kasus pembangunan di akhir tahun yang menyulitkan mahaasiswa, harusnya MPM bisa mengkritisi kebijakan tersebut. “, ujar Lintang Setianti seorang mahasiswa Fakultas Hukum 2011 yang turut hadir dalam forum diskusi di FISIP.

Pendapat senada juga disampaikan Aditya Adriansyah, seorang mahasiswa Hubungan Internasional 2010 dalam forum yang sama. Ia meminta MPM harus memperjuangkan kepentingan mahasiswa dan mengikuti arus keinginan mahasiswa. “ Hal-hal kayak seringnya gangguan  wi fi, WC yang rusak dan gedung UKM  kenapa hal-hal seperti itu ga diperjuangkan?”, Tanya Aditya kepada MPM dalam forum di FISIP.

Dalam forum yang berbeda, seruan serupa juga disampaikan kepada MPM. Hendri salah seorang mahasiswa FTI mengatakan bahwa MPM kurang menfasilitasi kepentingan mahasiswa. “Kalian kurang tanggap ke himpunan, Ya, MPM mungkin tidak bisa mewadahi semuanya, tapi kalian harus lebih cepat tanggap dalam menjemput bola. Jangan tunggu ‘bola’nya datang”, ujarnya dalam forum diskusi di FTI pada selasa (26/11).

Menanggapi berbagai keluhan dan saran yang ditujukan kepada badannya, MPM dalam berbagai kesempatan di forum menjawab bahwa fungsinya sebagai lembaga legislatif dan lembaga yudisial dan bukan lembaga eksekutif membuat kerja MPM tidak dapat terlihat langsung oleh mahasiswa. Meike Putri Mandra selaku staff Internal Inspector MPM dalam forum di FH  mengatakan, “Tidak ada fungsi eksekutif eksekutor di kita. Itu ada di LKM. MPM selama ini kita bekerja di balik layar”.

Dalam kesempatan yang berbeda Meidina Faradita selaku badan urusan rumah tangga MPM dI forum diskusi di FE mengatakan bahwa MPM mempunyai 2 fungsi yaitu membuat peraturan seperti Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PM Unpar, Garis Besar Kegiatan Kemahasiswaan (GBKK) sampai kepada TAP INAP dan TAP lainnya. “kenapa (mahasiswa-red) pada ga tahu AD/ART atau lainnya karena di sini prosedur kita langsung ke kahimnya (ketua himpunan-red)”, ujar Meidina.

Menanggapi situasi yang terjadi dalam hubungan MPM dengan mahasiswa, Vinsensius dalam forum yang terpisah mengatakan bahwa masalah tersebut adalah masalah mahasiswa Unpar secara bersama-sama. “Ke depannya kalau kita mau jalan berbarengan, saling datengin Fakultas hukum siap membantu, misalnya masalah audit hukum atau masalah Pemilu”, ujar Sius, panggilan akrabnya dalam forum diskusi di Hukum.

Pendapat mahasiswa mengenai kritik terhadap MPM dapat ditemukan di setiap forum diskusi yang diadakan di ke-tujuh fakultas. Mengenai citra buruk yang melekat tersebut, hal itu disadari betul oleh pengurus MPM. Yang menjadi urgensi diadakannya forum diskusi tersebut adalah MPM sadar betul bahwa fungsinya sebagai penyalur aspirasi mahasiswa belum optimal selama ini. Seperti yang dikatakan oleh Yosef , “Kita mau memutus mata rantai. Di mata mahasiswa terlanjur melekat stigma MPM yang tertutup. Kita mau merubah stigma itu”.

Terlepas dari berbagai saran dan kritik yang dilontarkan mahasiswa, berbagai apresiasi disampaikan mahasiswa atas inisiatif MPM menjemput aspirasi langsung dari mahasiswa. Forum diskusi di setiap fakultas ini diklaim sebagai yang pertama diadakan MPM dan merupakan inisiatif kepengurusan MPM periode 2013-2014. “Secara resmi ini yang pertama kalinya di MPM, mungkin tahun sebelumnya dengan versi yang beda”, ujar Yosef

CHARLIE ABAJILI

Related posts

*

*

Top