Mocca Home Concert: Menyajikan Kesan Rumah Sesungguhnya

Konser Mocca bertajuk "Home" di Teater Tertutup Dago Tea House pada Jumat (9/1). MP/ Kristiana Devina Konser Mocca bertajuk "Home" di Teater Tertutup Dago Tea House pada Jumat (9/1). MP/ Kristiana Devina

STOPPRESS, MP BANDUNG – Group band Mocca kembali menggelar konser istimewa sekaligus meluncurkan album terbarunya berjudul “Home”. Setelah 8 tahun yang lalu menggarap album “Colours”, kini Mocca hadir dengan nuansa yang baru. Konser istimewa ini bertujuan untuk memuaskan para swinging friends dari berbagai kota. Pasalnya konser ini tidak diselenggarakan di kota lain. Hampir 850 pasang mata swinging friends memadati Teater Tertutup Dago Tea House pada Jumat (9/1).

Bertema “Home”, Mocca mengusung konsep ruang tengah sebuah rumah di dalam konsernya.  Sama hal nya dengan ruang tengah kebanyakan, interior panggung pun ditata agar menyerupai asli. Sofa untuk menjamu para tamu disiapkan dengan tatanan yang full colour, juga kue-kue kering di meja disuguhkan bagi para tamu yang berkunjung ke “rumah” Mocca. Terdapat juga dapur di sisi kiri, ditambah kulkas sebagai aksen penguat ruang tengah dalam suatu rumah. Satu hiasan kecil berbentuk rusa berwarna putih menghadap ke penonton dengan muka memperlihatkan senyum sungging.

Di beranda rumah, para swinging friends akan disuguhi hiasan meyerupai taman yang disamping kiri terdapat marchandise Mocca dan di sebelah kanan terdapat photobooth dengan aksen instagram Mocca. Saat akan memasuki rumah swinging friends dimanjakan dengan hiasan bertuliskan “Mocca Home”.

Gemuruh teriakan penonton pecah saat para personil Mocca memasuki ruang tengah panggung.  Arina, Riko,Toma dan Indra mengenakan busana seakan-akan menjadi pemilik rumah yang sedang bersantai di minggu pagi. Lagu pertama yang dibawakan adalah “Good Morning”. Lagu pembukaan menggambarkan pagi hari dirumah Mocca dan hari akan segera dimulai.

Lagu-lagu yang dibawakan didominasi dari album “Home”. Ini adalah kali kedua Mocca membawakan lagu-lagu dari album teranyarnya setelah secret gig kemarin yang dilaksanakan di Lawang Wangi pada 19 Desember 2014.

Dalam sela konsernya Arina menjelaskan tentang konsep “Home” yang diusungnya dalam album ini. Filosofi home itu sendiri bukan hanya sekedar rumah, tapi lebih dari sekedar rumah dalam bentuk fisik. Disaat seseorang mulai nyaman dengan sesuatu dan seseorang disitulah rumah berada. Seperti Mocca saat ini yang sudah berumur hampir 18 tahun, bukan lagi seumur jagung. Memulai karir nya dari band kampus hingga berjuang rekaman sendiri dan sekarang masing-masing dari personil sudah memiliki keluarga, Mocca tetap kompak dan semakin erat, itu lah “Home” mereka.

Selain membawakan lagu-lagu dari album “Home” , Mocca juga membawakan lagu-lagu dari album sebelumnya, termasuk lagu-lagu request dari swinging friends. Mocca rela menyanyikan banyak lagu untuk memanjakan swinging friends.  Bahkan terdapat beberapa lagu yang personil Mocca lupa.

Dari lagu yang dibawakan, Mocca tidak sepenuhnya menyanyikan lagu tersebut sendiri.Banyak tamu yang berkunjung dan bernyanyi bersama Mocca.Dimulai dari anak-anak kost yang sedang bertamu,anak-anak kost yang mahir memainkan biola. Mereka menemani Arina menyanyikan lagu “Somewhere In My Dreamland”. Anak sang penabuh drum, Indra menyanyikan lagu khusus dipersembahkan untuk kedua orang tuanya itu. Indra tampak bangga dan terharu dari kecupan kening yang ia berikan pada sang anak, sesaat setelah lagu selesai dinyanyikan. Teman-teman kelas Mocca pun ikut menyumbangkan sebuah lagu “Do What You Wanna Do”.

Tamu lain yang sekedar berkunjung ke rumah Mocca untuk bertegur sapa pun banyak, terdapat Sarasvati yang mencoba menerawang kediaman para personil Mocca. Ada juga chef yang ikut memasak cookies bersama Arina dan Villo tamu spesial keluarga Mocca dan seekor anjing yang menemani Arina bernyanyi.

Dalam sela waktunya Arina menyempatkan waktu untuk memasak cookies buatannya, dan seisi rumah pun jadi tercium aroma cookies yang sangat lezat. Cookies spesial resep Arina dibagikan kepada tamu-tamu yang berkunjung ke rumah Mocca malam itu. “Sepertinya ini konser pertama di Indonesia yang melibatkan indera visual, audio, dan penciuman. Konsep panggungnya merupakan penerjemahan dari album itu sendiri,” kata Riko sang gitaris.

Konser selama dua jam lebih itu ditutup dengan lagu “Swing it bob” dan para swinging friends pun ikut bergoyang. Konser “Home” ini sudah menghipnotis para penggemarnya dan meninggalkan kesan puas, seperti Abrori asal Bandung, salah satu swinging friends yang mengutarakan kesannya. “Konser ini benar-benar penuh kejutan, lagu-lagu yang dinyanyikan Mocca beda dari biasanya. Seneng banget dan terpuaskan” ujarnya yang ditemui sesaat setelah konser berakhir dan sedang asyik berfoto ria.

KRISTIANA DEVINA

Related posts

*

*

Top