Minim Dana, Tim Softball Putra UNPAR Tetap Raih Kemenangan

STOPPRESS – Minggu (31/10/10), Tim Softball Putra Unpar berhasil memenangkan piala Liga Syahdan dalam kejuaraan Binus Open Tournament. Dengan skor akhir 9-8, UNPAR berhasil mengalahkan Universitas Negeri Yogya dalam final Liga Syahdan.

Sejak hari Jumat (22/10/10), 20 mahasiswa UNPAR yang tergabung dalam Tim Baseball Softball Putra Unpar telah berada di Jakarta untuk mengikuti liga softball yang diadakan oleh Universitas Binus Internasional. Kejuaraan softball ini diikuti oleh 13 universitas dari dalam dan luar Jakarta yaitu Perbanas, UNJ, Binus Internasional, UI, Atmajaya, ITB, UPI, UNPAR, UNHAS, UNAIR, Univ. Negeri Surabaya, Univ. Negeri Yogyakarta, dan IKIP Kaltim. 13 tim ini terbagi dalam dua pool untuk mencari tim yang akan masuk ke Liga Champion ataupun Liga Syahdan. UNPAR berada satu pool dengan Perbanas, UI, IKIP Kaltim, Binus Internasional, dan UNHAS.

sumber : massillonparks.com

Setelah mengalami kekalahan dua kali dari Perbanas (WO) dan UI (9-8), UNPAR akhirnya masuk ke dalam Liga Syahdan. Dalam babak ini, UNPAR mengalahkan semua universitas lain dan masuk ke babak final melawan Univ. Negeri Yogya. “Pertandingan berlangsung seru. Tadinya UNY memimpin 1 angka, lalu UNPAR mengejar. Kebalikan dengan kekalahan UNPAR melawan UI ketika penyisihan di pool, UNPAR tadinya memimpin, tapi terkejar,” ujar asisten pelatih tim Softball, Irfan. UNPAR akhirnya berhasil meraih juara Liga Syahdan dalam Binus Open Tournament.

Menurut beberapa pemain dan asisten pelatih, kekalahan di pertandingan pertama tim Baseball Softball UNPAR dikarenakan kekurangan dari Tim UNPAR dan dari panitia. Jadwal padat hingga tiga kali pertandingan dalam sehari, dan jadwal Liga Syahdan yang baru keluar pagi hari. Perbedaan suhu antara Bandung dan Jakarta juga membuat para pemain mudah lelah. Kekurangan dana dari UNPAR, membuat pembayaran penginapan, konsumsi, dan transportasi selama sekitar sepuluh hari di Jakarta harus ditanggung oleh anggota. Ini mengakibatkan penginapan dan konsumsi para pemain kurang terjaga, yang berujung pada tidak fit-nya para pemain ketika bertanding.

Harapan mereka dengan kemenangan ini adalah apresiasi dari rektorat UNPAR agar memberikan dana yang lebih besar. Terlebih UGM Cup akan digelar bulan Januari ini. Melihat tempat yang jauh, mereka meragukan akan mampu ikut tanding apabila tetap dengan biaya swadaya. (FA)

Related posts

Top