Menulislah Untuk Perubahan!

Media massa telah didaulat sebagai bagian dari demokrasi sebagai pilar keempat, di mana media massa mengemban fungsi sebagai penjaga kebebasan berpendapat yang sering kali tidak memiliki wadah. Dalam konstitusi Indonesia sendiri, disebutkan dengan jelas dalam pasal 28E ayat (3) Undang Undang Dasar 1945, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”

Artinya, setiap orang yang membentuk serikat, membentuk perkumpulan baik sebagai sebuah lembaga ataupun komunitas, serta setiap orang yang ingin mengeluarkan pendapat baik lisan maupun tertulis, dijamin kebebasannya, dan tidak bisa disimpangi, kecuali ketiga hal yang dijamin di atas terbukti melawan hukum.

Dalam mengemban fungsinya sebagai salah satu parameter terjaminnya kebebasan berpendapat, media massa tidak cukup hanya memberitahukan pernyataan yang diberikan secara resmi dari lembaga-lembaga negara, tapi juga realita yang terjadi di masyarakat, dan membukakan realita lain yang tidak diketahui baik oleh negara, maupun oleh masyarakat.

Media kampus pun demikian. Media kampus juga mengemban fungsi yang sama dengan media mainstream nasional, salah satunya sebagai penjaga kebebasan berpendapat di lingkungan kampus. Tidak harus melalui berita, tapi juga melalui kolom opini yang umumnya disediakan oleh hampir semua media untuk diisi oleh semua kalangan. Dalam konteks media kampus, semua kalangan yang dimaksud adalah mahasiswa, dosen, pihak dekanat, pihak rektorat, bahkan pekarya sekalipun. Selalu ada ruang yang bersedia disiapkan oleh media untuk memublikasikannya.

Terkait dengan penulisan berita, sebuah media memiliki patronnya sendiri dalam menentukan angle atau sudut pandang yang hendak dijadikan fokus utama, sehingga adalah tidak mungkin sebuah berita bersifat objektif, karena tidak mungkin pula ada berita yang bebas nilai. Sama seperti bahasa yang adalah hasil kebudayaan manusia, serta ilmu pengetahuan, dan bahkan agama, adalah tidak mungkin melakukan objektivikasi atas sebuah berita. Sebuah berita akan melalui mekanisme pengumpulan berita yang mengharuskan para jurnalis untuk mewawancara dan memverifikasi data kepada semua pihak yang terlibat, namun adalah tidak mungkin sebuah berita bersifat netral dan tidak bernilai apapun.

Jika kita lihat media cetak mainstream, kita pun akan melihat pola-pola pemberitaan tertentu yang dianut oleh masing-masing media, dan tidak semuanya punya patron yang sama. Yang jelas, prinsip cover both or multiple sides tetap dilakukan, sedangkan untuk penulisan kolom opini tidak ada campur tangan redaksi, kecuali untuk melakukan pengeditan yang sifatnya redaksional tanpa mengubah substansi tulisan, dalam menuliskannya. Para penulis kolom adalah pribadi yang menyampaikan pendapatnya atas namanya sendiri, tanpa mewakili kepentingan redaksi media tersebut, sehingga menjadi salah besar ketika kolom opini yang disediakan oleh media sebagai wadah menyampaikan pendapat, dianggap mewakili media yang memuat opini tersebut.

Dalam konteks media kampus, semua pihak dipersilahkan untuk mengirimkan opininya kepada redaksi, entah untuk mengritisi sesuatu, menggugat sesuatu, atau bahkan membantah sesuatu. Semuanya dapat memberikan sumbangan pemikirannya melalui tulisan untuk disampaikan kepada publik kampus melalui media kampus. Ketika akhirnya muncul sebuah opini dari mahasiswa yang dianggap menyudutkan salah satu pihak, semua pihak yang memiliki pandangan sama atau berbeda, dapat melakukan hal yang sama. Media Parahyangan mengundang siapapun untuk menyampaikan opininya mengenai apapun untuk bisa dibagikan kepada publik Universitas Katolik Parahyangan, tanpa perlu takut opininya diklaim sebagai pendapat dari Media Parahyangan.

Kita mahasiswa yang sedang mengadakan uji coba dengan universitas sebagai laboratorium kemasyarakatan. Tetaplah menjadi bagian dari civitas academica Unpar yang menjaga kultur dialog yang kerap hilang dan dimanipulasi oleh pihak-pihak tertentu, dan menulislah untuk menjadi bagian dari perubahan tanpa menutup ruang dialog dan memonopoli kebenaran.

One Comment;

*

*

Top