Menikmati Pulau Seram dari Pantai Ora

Pemandangan Pantai Ora di Pulau Seram, Kota Ambon Provinsi Maluku. MP/Katya Prijanka Pemandangan Pantai Ora di Pulau Seram, Kota Ambon Provinsi Maluku. MP/Katya Prijanka

Pulau ini bukanlah pulau yang dipenuhi oleh mahluk-mahluk halus atau semacamnya, nama pulau ini memang Pulau Seram, namun jauh dari kata seram pulau ini memiliki banyak keindahan. Keindahan yang terlukis di pulau ini akan mengalahkan perasaan menakutkan yang muncul pada saat mendengar kata Pulau Seram.

Tepat di Provinsi Maluku, kota Ambon pulau ini berada. Salah satu pulau terbesar di provinsi Maluku ini, memiliki beberapa pantai yang indah untuk dikunjugi dan nikmati sendiri atau bersama-sama. Salah satunya adalah Pantai Ora.

Pantai Ora yang terletak di bagian utara Pulau Seram, bisa dibilang pantai yang sangat kecil. Ukurannya hanya sekitar satu per empat bagian dari pantai Kuta di Bali. Akan tetapi, pemandangan yang disuguhkan memang sesuai dengan harga yang harus kita bayar dan pengorbanan yang harus kita lalui. Inilah pantai yang kecil-kecil menghanyutkan, lautan yang biru dengan debur ombak yang tenang dipinggir pantai akan menyambut kita ketika tiba disana. Tidak hanya lautannya yang indah, akan tetapi pemandangan dibelakang Pantai Ora pun mendukung keindahannya. Tebing-tebing tinggi yang ditutupi pepohonan tinggi nan lebat dari hutan tropis yang belum terjamah menjadi latar belakang Pantai Ora. Pasir di pantai ini amat sangat putih dan halus. Selain itu, ketika berkunjung kesini, anda akan merasa pantai ini seperti pantai pribadi, karena masih tergolong pantai yang sepi dan belum terjamah orang banyak. Pantai Ora memiliki gelombang laut yang sangat tenang. Hal ini diakibatkan karena posisinya yang berada didalam teluk, sehingga lautan di Pantai Ora dan sekitarnya sangat tenang, seperti di danau.

Terumbu karang di Pantai Ora masih sangat terawat. Tidak perlu repot berenang jauh-jauh atau naik kapal cepat ke suatu spot untuk bisa melihat terumbu karang dengan jelas, kita hanya perlu berenang tidak sampai satu meter. Dengan mata telanjang terumbu-terumbu karang masih bisa kita lihat dengan jelas. Kita pun dapat melihat beragam ikan di pantai ini. Ikan dengan berbagai warna dan corak akan terlihat sangat jelas. Di bagian pesisir pantai, ikan masih dapat berenang dengan bebas dalam jumlah yang sangat banyak. Ikan-ikan terbang juga sering sekali ditemukan ketika bermain di pantai ini.Disini kita dapat menemukan bulu babi dan pengunjung diharapkan untuk berhati-hati karena bulu babi ini beracun.

Screenshot_2015-07-30-10-01-09_1

BULU BABI

Untuk mencapai Pantai Ora tidaklah mudah, kita harus menaiki pesawat terlebih dahulu dari Jakarta menuju Ambon, apabila asal tujuan kita adalah kota Bandung. Lalu dari Ambon kita harus menyebrang ke Pulau Seram menggunakan kapal ferry. Banyak alternatif jalan yang dapat kita tempuh. Kita bisa berhenti di Pelabuhan Masohi atau di Pelabuhan Piru. Perbedaannya, jika kita turun di Pelabuhan Piru, kita harus menempuh jalan darat selama kurang lebih 6 jam menuju Saleman atau Saka. Jika kita turun di Pelabuhan Masohi, kita hanya menempuh jalan darat selama kurang lebih 2 jam menuju Saleman atau Saka.

Saleman atau Saka adalah 2 desa terdekat menuju Pantai Ora. Jika kita melalui Saleman, kita hanya menghabiskan waktu sebanyak 30 menit di kapal cepat untuk mencapai Pantai Ora, sedangkan jika kita melalui Saka, waktu yang akan kita habiskan di kapal cepat akan sedikit lebih lama. Banyak sumber mengatakan bahwa lebih baik kita berhenti di Saka. Selain karena jalan darat yang akan kita tempuh sudah di aspal dengan baik, kebanyakan orang Saka lebih mengerti tentang tempat-tempat wisata lainnya di daerah sekitar Pantai Ora.

Masih di Pulau Seram, destinasi wisata lainnya yang tidak kalah dengan Pantai Ora adalah Air Belanda dan Tebing Batu. Tebing Batu adalah sebuah tebing yang terletak tidak jauh dari Pantai Ora. Tebing ini merupakan tebing yang memiliki air dangkal yang dipenuhi terumbu karang, dan memiliki air laut yang benar-benar bersih. Air di Tebing Batu ini berwarna hijau dan jernih. Tidak ada pantai di tebing ini, sehingga kita langsung melompat berenang dari kapal cepat. Walaupun banyak terumbu karang, namun ikan-ikan disini tidak begitu banyak. Sayangnya, tebing ini mulai di kotori tulisan-tulisan dengan pilox. Namun, tebing batu merupakan tempat yang bagus dan nyaman untuk berenang, dan tetap menawarkan pemandangan alam bawah laut yang indah. Waktu yang kita habiskan untuk mencapai Tebing Batu dari Pantai Ora menggunakan kapal cepat kurang lebih hanya 15 menit. Orang-orang biasanya datang ke tebing batu ini hanya untuk berenang sebentar atau hanya untuk mengambil gambar, lalu melanjutkan perjalanan lagi ke destinasi wisata selanjutnya.

IMG_2137

TEBING BATU

Sedangkan Air Belanda merupakan pantai yang menjadi tempat bertemunya air sungai dan air laut. Air di pantai ini tidak asin, dan tidak juga tawar. Air di pantai ini berbeda dengan air di Pantai Ora atau Tebing Batu, karena air di pantai ini dingin. Keunikan dari Air Belanda adalah pasir di pantai ini merupakan pasir putih, namun pasir lautnya berwarna coklat. Sungai yang terletak tidak jauh dari pantai ini pun sangat bersih dan jernih. Sungai ini merupakan aliran dari pegunungan yang terletak dibelakang pantai yang akhirnya akan bermuara di Air Belanda. Air Belanda sendiri merupakan pantai dengan latar belakang hutan, seperti di film kartun Madagascar. Hutan yang terletak di belakang Air Belanda merupakan hutan tropis yang lebat dan masih belum terjamah, karena memang sebagian besar isi dari Pulau Seram adalah hutan yang belum terjamah. Pantai Air Belanda ini tidak memiliki tempat penginapan, tidak ada juga rumah-rumah. Hanya ada satu warung kecil. Kita harus naik kapal cepat selama 10 menit dari Pantai Ora untuk mencapai pantai ini.

Jika anda mencari penginapan, Pantai Ora menyediakan cottage untuk kita menginap disana. Biaya yang harus dibayar untuk mengunjungi destinsi-destinasi wisata ini memang cukup besar. Penginapan di Pantai Ora, budget yang harus kita siapkan adalah Rp500.000,00 per orang untuk satu hari. Namun, apabila kita menginap di tempat lain selain Pantai Ora, kita harus membayar Rp20.000,00 untuk bisa bermain di Pantai Ora. Alternatif penginapan lainnya adalah Sawai. Kita tidak bisa menginap di Saleman atau Saka karena di kedua desa tersebut tidak terdapat penginapan. Sawai adalah satu-satunya desa yang berjarak tidak terlalu jauh dari Pantai Ora yang memiliki penginapan. Jaraknya dari Pantai Ora kurang lebih 20 menit menggunakan kapal cepat, sedangkan dari Saleman kurang lebih 40-45menit. Apabila kita menginap di Sawai, biaya yang kita habiskan untuk satu hari adalah Rp300.000,00 per orang. Biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp300.000,00 untuk menyewa satu kapal cepat selama 2 hari. Kapal cepat dapat kita pergunakan untuk berkeliling ke destinasi wisata lainnya, seperti ke Air Belanda, dan juga Tebing Batu.

KATYA PRIJANKA

Related posts

*

*

Top