Mengikuti Peraturan Menteri, Student Portal Berubah Tampilan

Tampilan baru Student Portal Tampilan baru Student Portal

STOPPRESS, MP Perubahan sistem kurikulum 2018 mempengaruhi perubahan tampilan student portal. Pengembangan situs student portal juga sempat terganggu karena ketidaksiapan program studi.

Perubahan pada situs student portal Unpar terjadi pada tanggal 21 Juli lalu. Kepala Biro Teknologi dan Informasi (BTI) Unpar, Agustinus Wisnu Rumono, menjelaskan perubahan tersebut memakan waktu yang cukup lama, sejak perencanaan yang dimulai pada akhir tahun 2017.

Wisnu menjelaskan bahwa terdapat banyak pertimbangan atas perubahan tersebut, tapi pertimbangan paling utama adalah soal bahwa sistem kurikulum 2018 yang sekarang harus berubah sesuai Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (PERMENRISTEKDIKTI) no. 44 tahun 2015.

“Jadi baik student portal, maupun sistem informasi akademik yang digunakan di fakultas-fakultas  mau tidak mau harus running di semester ganjil ini sesuai dengan peraturan tersebut,” tambah Wisnu.

“Tapi sampai dengan awal tahun belum bisa berkembang karena proses perubahan kurikulum di kita (unpar) – dengan total 31 prodi dari sarjana hingga magister, mereka pun harus berubah,” jelas Wisnu. Karena ketidaksiapan beberapa prodi, terjadi ketidakserempakan dalam 31 prodi tersebut, praktis pengembangan student portal dan sistem informasi akademik turut mengalami keterlambatan. BTI baru bisa bekerja setelah mendapatkan hasil-hasil perubahan kurikulum dari seluruh prodi.

“Itu yang (mengadakan) FRS pertama kali kan Fakultas Teknik, tanggal 31 Juli 2018 hari Selasa. Dan kita baru mengubah tampilannya 31 Juli 2018 pukul 00:03. Mereka (mahasiswa FT) ada yang bertanya, kenapa tidak ada sosialisasinya? Ya, saya juga minta maaf karena memang tidak sempat untuk sosialisasi,” tambah Wisnu. Pihak BTI sempat ingin menampilkan semacam screenshot atau paduan seminggu sebelum FRS, tetapi karena keterlambatan tersebut pihak BTI tidak sempat melakukannya.

“Tidak ada bedanya dengan yang lama, yang berbeda hanya tampilan dan respon terhadap ukuran handphonenya, dari sisi fitur tidak berubah banyak,” ujar Wisnu. Tetapi, perubahan tampilan tidak bisa dilakukan setelah atau saat FRS, karena tidak sesuai dengan peraturan PERMENDIKTI no. 44 tersebut. “Yang jelas ini (red. tampilan portal lama) tidak bisa digunakan pas FRS karena tidak comply dengan aturan dikti tersebut,” jelas Wisnu.

Dikarenakan oleh perubahan yang mendadak dan tanpa pengenalan terlebih dahulu tersebut, terjadi permasalahan pada proses FRS. Wisnu mengatakan bahwa pengembangan student portal bisa dikatakan tidak terlalu sempurna. Karena adanya perubahan kurikulum, sempat ada protes dari mahasiswa Fakultas Ekonomi karena pengambilan mata kuliah yang tidak lengkap. “Di FE ada banyak protes, ‘saya mengambil matkulnya lima tapi di jadwal saya cuma empat’, kami buka databasenya ada lima. Setelah kita cek, ternyata yang satunya lagi itu nggak dapat kelas, ada tanda bintang di situ,” tambah Wisnu. Dengan kerja sama dari tim mahasiswa dari prodi informatika angkatan 2015, student portal akhirnya dapat bekerja sebagaimana seperti sekarang ini.

Jihan, mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2017 menyatakan kebingungannya tentang tata letak di student portal yang baru. “Pas mau cek nilai buat peralihan, mau lihat riwayat indeks prestasinya bingung, ternyata harus digeser-geser gitu,” ujar Jihan. Namun keluhan-keluhan tersebut menurut Wisnu tidak menjadi masalah besar.

 

ALBERTA DIONNY NATANUEL