Mengenali Budaya Masyarakat Kamoro Lebih Dekat

Tarian khas suku adat Kamoro dalam acara ??? di ruangan audio visual Fisip Unpar, Rabu (22/4). MP/ Kristianan Devina Tarian khas suku adat Kamoro dalam acara ??? di ruangan audio visual Fisip Unpar, Rabu (22/4). MP/ Kristianan Devina

STOPPRESS MP, UNPAR – Suku Adat Kamoro merupakan masyrakat dari pesisir selatan Papua. Hidup secara semi-nomaden, mereka tidak lepas dari kehidupan sagu, sungai dan sampan. Kahl, ayah dari pembuat film dokumenter mengenai Suku Adat kamoro mengenalkan masyarakat Kamoro yang khas kepada mahasiswa.

“Saya ingin mengenalkan kepada mahasiswa mengenai budaya Kamoro termasuk seni ukir yang dimiliki masyarakat di sana,” ucap Kahl yang ditemui seusai acara bertajuk “Kamoro” di ruang audio visual Fisip pada Rabu (22/04). Seni ukir yang dimiliki oleh masyarakat Kamoro itu sudah dimiliki secara turun temurun. Kegiatan mengukir ini hanya diperbolehkan bagi keturunan laki-laki.

Ia juga menjelaskan bahwa Suku Adat Kamoro ini terkenal dengan 3S yaitu Sagu, Sungai, dan Sampan. Masyarakat Kamoro masih mengusung kehidupan yang tradisional dengan hidup secara semi-nomaden. Sagu yang merupakan makanan pokok masyarakat Kamoro itu dipanen tanpa harus menanam. Selain sagu dan ikan, masyarakat Kamoro memiliki menu lain yaitu tambelo moluska tanpa diolah terlebih dahulu. Tambelo hidup di dalam pohon bakau yang lama terendam di rawa-rawa air payau.

Tarian khas masyarakat Papua, lengkap dengan dandanan serta kostum Adat Kamoro, pun diperkenalkan kepada mahasiswa. Tiga orang suku kamoro menari dengan elok didepan mahasiswa yang memenuhi audio visual Fisip siang itu.

Acara yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) pada Rabu (22/04) itu dimulai dengan menonton video dokumenter mengenai suku adat Kamoro dan penyerahan kenang-kenangan dari Unpar dan PT. Freeport Indonesia.

KRISTIANA DEVINA

Tags , , ,

Related posts

*

*

Top