Mengenal Rumitnya Kehidupan Orang Dewasa Melalui “Adult Life Skills”

Cover Film Adult Life Skills. Dok/ Adult Life Skills Cover Film Adult Life Skills. Dok/ Adult Life Skills

Adult Life Skills

2016

Sutradara: Rachel Tunnard

Cast: Jodie Whittaker, Larraine Ashbourne, Eileen Davies

Soundtrack : Mikha P. Hinson

Apa jadinya jika diumur 30 tahun seseorang belum mengetahui apa yang ia inginkan, terjebak dalam kehidupan dalam gudang kecil dekat rumahnya yang dilengkapi dengan tempat tidur, peralatan bermain, benda-benda kenangan serta kamera kesayangannya yang selalu dipakai untuk membuat video jempolnya?

Apa benar usia bukanlah segalanya? Jika ia, mengapa orang-orang membuat rencana dari awal untuk kehidupannya mendatang? Apa itu menjadi dewasa? Sudah dapat membuat sebuah kontrak? Sudah dapat menikah? Sudah dapat melakukan perbuatan hukum? Apa yang anda bayangkan, jauh didalam benak terdalam mengenai kehidupan orang dewasa berumur 30 tahun? bekerja? merencanakan pernikahan? atau mungkin sudah menikah? atau bahkan mempunyai dua orang anak yang menggemaskan? Memiliki rumah sendiri? Tertekan dengan pekerjaan atau semacam tidak betah kerja disana-sini?

Yah, sosok Anna yang diperankan oleh Rachel Tunnard memikau banyak penonton. Pembawaan Rachel Tunnard yang biasanya memerankan film-film bergenre serius, kini terlihat lebih segar dengan candaan yang sebenarnya tidak bercanda tapi menimbulkan reaksi tawa. Film ber-genre komedi ini menceritakan tentang Anna yang memiliki kehidupan dengan caranya sendiri, namun hal tersebut membuat ibunya marah dan menyuruhnya bersikap dewasa.

Semenjak kepergian kembarannya, Anna tidak pernah tidur di kamarnya sendiri, ia memilih untuk tidur di gudang halaman rumahnya dan membangun dunianya. Kesehariannya dihabiskan dengan membuat video mengenai perjalanan ke luar angkasa yang diperankan oleh kedua ibu jarinya, bahkan terkadang keempat ibu jarinya. Video yang diciptakan oleh Anna tidak pernah dipublikasikan, ia selalu menyimpannya dalam CD.

Hal-hal konyol dalam film ini juga diperlihatkan melalui interaksi antara Anna dan Marion. Ibu dan anak ini kerapkali bersilat lidah mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang perempuan berumur 30 tahun. Marion selalu memaksa Anna untuk keluar dari gudang dan mencari tempat tinggal baru, mereka selalu bertengkar mengenai pasangan, Anna beranggapan bahwa memiliki pasangan itu tidak penting, namun Marion selalu memaksanya untuk berpacaran dengan teman Anna yang ia kira Gay, Brendan.

Kedatangan sahabatnya pada saat masih duduk dibangku sekolah bertiga bersama kembarannya telah mengubah hidup Anna. Alice, sahabatnya  membantu Anna untuk kembali ke lantai dansa keluar dari kerajaan gudangnya. Alice meminta Anna untuk mencari tahu apa yang ia inginkan sebelum umurnya genap menginjak 30 tahun. Alice juga membantu Luke untuk bisa mendaptkan Anna.

Cerita kehidupan Anna semakin rumit dan kompleks dengan kedatangan anak laki-laki bernama Clint digudangnya. Melalui Clint, Anna belajar memaknai kehidupannya yang baru. Pada hari ulang tahun yang ke 30, Anna menemukan keinginan besarnya. Ia ingin meledakkan gudang yang sudah menemaninya beberapa tahun dan hidup bersama Brendan yang ternyata menyukai lawan jenis.

Film ini dikemas secara sederhana, lengkap dengan alunan musik Hinson yang syahdu. Latar tempatnya diambil dipedesaan kecil, serta hal yang membuatnya menyenangkan adalah gerak gerik Anna yang apabila diterjemahkan dari bahasa kalbu adalah perempuan yang “blah bloh” nan menggemaskan. Apabila kalian merupakan tipe penonton yang selalu mengecek rating film di IMBd, film ini bukan merupakan film dengan rating yang tinggi. Tapi percayalah, melalui film ini anda akan mengambil buku agenda dan merencanakan apa yang akan dilakukan beberapa tahun kedepan serta menemukan serpihan-serpihan keinginan aneh yang hanya anda dan buku agenda anda yang tahu.

Selamat menonton.

Tentang Penulis

KRISTIANA DEVINA, mahasiswi Ilmu Hukum 2013

Related posts

*

*

Top