Mengenal Prodi Baru Mekatronika Unpar

Gedung FTI. Sumber: hmpsti-unpar.com Gedung FTI. Sumber: hmpsti-unpar.com

STOPPRESS MP,UNPAR Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Konsentrasi Mekatronika resmi memperoleh izin sejak Selasa (31/3) oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI). Alasan pembukaan prodi baru ini ialah karena universitas ingin lebih berperan kepada masyarakat.

“Kami (Unpar.red) ingin memberikan kontribusi yang konstruktif terhadap perkembangan yang terjadi di masyarakat,”  ujar Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Pius Sugeng Prasetyo, pada saat ditemui di ruangannya pada Selasa (13/5). Menurut Pius, aktivitas-aktivitas masyarakat kedepannya khususnya di dunia usaha membutuhkan sarana peralatan yang dapat membuat kinerja institusi bisa lebih efektif. “Universitas ingin lebih berperan terhadap perkembangan yang terjadi di dalam masyarakat,” tambah Pius.

Prodi baru  Fakultas Teknologi Industri (FTI) ini ditujukan untuk mengemas tiga bidang kesarjanaan menjadi satu prodi. “Mekatronika terdiri dari bidang mesin, elektronika, dan teknologi inforomasi dikemas ke dalam satu program. Daripada tiga, sebuah perusahaan dapat memperkerjakan satu orang sarjana saja,” ucap Paulus Sukapto selaku Dekan FTI saat ditemui di ruangannya pada Rabu (14/5).

Prodi yang direncanakan sejak tahun 2012 ini dicetuskan oleh Bagus Made Arthaya selaku salah satu dosen prodi tersebut. Paulus menjelaskan bahwa prodi ini berawal dari ide rekan-rekan jurusan Teknik Industri (TI) dan dianggap sebagai suatu pilihan ke depan yang baik dalam meningkatkan kemajuan FTI. “Dari rapat jurusan, ide ini disetujui oleh saya dan senat fakultas. Di tingkat universitas, pihak rektor dan senat juga telah menyetujui hal ini,” ucap Paulus.

Menurut Pria yang juga menjabat sebagai ketua tim prodi baru ini, pemberian nama Teknik Elektro Konsentrasi Mekatronika ditujukan agar memenuhi syarat rumpun sarjana. Hal itu disebabkan karena prodi Mekatronika termasuk ke dalam rumpun diploma sehingga penamaannya ditambah Teknik Elektro.

Selain itu, menurut keterangan Paulus, mahasiswa prodi ini akan menggunakan kelas di gedung 10 dan berkerjasama dengan TI untuk kebutuhan lab. Paulus juga menargetkan 50 mahasiswa pada tahun pertama melalui PMDK khusus, USM 3, dan UMP 4.

Target jumlah tersebut membuat pihak universitas merasa tidak ada kesulitan mengenai penempatan kelas. Terkait tenggat waktu penerimaan yang terbilang dekat, Paulus menjelaskan bahwa masih ada waktu untuk menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik selanjutnya.

Pius menambahkan karena izin dari DIKTI yang baru keluar, serta kesiapan pihak fakultas, sehingga pihak universitas baru memfasilitasi jalur  PMDK secara khusus. Selain itu juga memanfaatkan waktu pendaftaran yang masih dibuka. “Ini kan sambil memanfaatkan waktu yang masih ada hingga USM 3 nanti,” kata Pius. Namun ini juga menjadi suatu masalah. Ujian Nasional telah usai sehingga sekolah sulit menginformasikan kepada siswanya. “Aktivitas sekolah siswa kelas 3 sudah tidak ada,” ucap Pius

Berkaitan dengan peraturan pendirian prodi, Paulus menjelaskan bahwa disyaratkan untuk memiliki minimal enam dosen. Dari enam, dua di antaranya sudah dipastikan dan sisanya dalam proses rekruitmen. Mereka adalah Bagus Made Arthaya dan Ali Sadiyoko, sedangkan empat dosen yang sedang direkrut adalah Oetomo, Henry Rawung, Faisal, Christian Fredy Naa. Khusus kepala jurusan, ia menjelaskan bahwa hal itu juga dalam proses rekrutmen untuk mencari yang terbaik. Di samping itu,  menurut Surat Keputusan (SK) yang berlaku, prodi yang baru beroperasi otomatis terkareditasi C.

VINCENT FABIAN, ZICO SITORUS

Related posts

*

*

Top