Mekanisme Tidak Jelas, Warga RW 11 Taman Sari Merasa Ditipu Pemerintah

Suasana Masjid RW 11 BaluburTamansari sebelum Acara Panggung Perjuangan Tamansari dimulai Suasana Masjid RW 11 BaluburTamansari sebelum Acara Panggung Perjuangan Tamansari dimulai

STOPPRESS!, MP – Sabtu, 14 Oktober 2017, warga RW 11 Taman Sari, Kota Bandung melakukan aksi untuk memprotes kebijakan pemerintah kota Bandung yang akan melakukan relokasi di wilayah tersebut. Warga menganggap pemerintah tidak memilki mekanisme yang jelas dan cenderung telah ‘menipu’ warga. Aksi yang terdiri dari tari-tarian, pembukaan lapak bacaan, pemutaran film Jakarta Unfair dan konfrensi pers itu ditujukan sebagai penolakan terhadap kebijakan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil yang akan membangun rusunawa di daerah tersebut.

“Katanya diundang buka puasa bersama wali kota, tapi tiba-tiba sudah disodorkan surat dan tipe-tipe kamar, ini maksudnya apa?”, kata Ibu Eva, sekretaris RW 11 saat dimintai keterangan oleh ditengah acara. Ketidakjelasan mekanisme pemerintah dianggap karena minimnya dialog dengan warga, seperti simpang siur dan inkonsistensi pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada warga dengan.

Ketua RW 11 pada saat konferensi pers mengatakan adanya inkonsistensi pemerintah. Pada tanggal 20 Juni 2017, Arif Prasetya selaku pimpinan proyek relokasi ini menyampaikan bahwa harga sewa tempat relokasi sementara di daerah Rancacilik senilai 6,5 juta/tahun, namun keesokan harinya berdasarkan Kompas.com, Arif Prasetya menyatakan biaya sewa 27 juta/ tahun. Inkonsistensi pemerintah lebih terlihat lagi dengan pernyataan biaya sewa yang terus meningkat pada media di tiap harinya sampai dengan 34 juta/ tahun.

Eva salah satu panitia acara menyatakan keresahan warga akan nasib mereka seusai penggusuran, terutama persoalan tempat relokasinya yaitu Rusun Rancacili yang dirasa tidak layak. “Air susah, belum ada listrik. Sebelumnya pemerintah menyampaikan kepada warga bahwa tempat relokasi di Rancacili sudah lengkap dengan segala fasilitas listrik dan air bersih, tapi nyatanya berbeda.” katanya Eva.

Warga pun menolak untuk datang ke Rancacili karena takut dijadikan propaganda seolah-olah kami setuju dengan penggusuran dan relokasi ini. Ketidakjelasan pemerintah ini membuat warga resah dan sepenuhnya menolak program pemerintah ini.

MATTHEW ADITH SAGITO | FIQIH R PURNAMA

Related posts

*

*

Top