Mediasi Insiden SIAP Gabungan : Pihak Sipil Diminta Meminta Maaf

Mahasiswa Baru Angkatan 2015/206 sedang menjalani INAP. dok/ PM UNPAR Mahasiswa Baru Angkatan 2015/206 sedang menjalani INAP. dok/ PM UNPAR

STOPPRESS MP, UNPAR – Mediasi antara perwakilan Teknik Sipil dan LKM bersama panitia Inisiasi dan Adaptasi (SIAP) mengharuskan pihak Teknik Sipil tetap meminta maaf kepada sejumlah pihak. Permintaan maaf tersebut dilakukan secara tertulis.

“Kita buat kesepakatan yang baru dan lebih sederhana, intinya adalah rekan-rekan dari Sipil meminta maaf,” ujar Paulus Sukapto selaku Wakil Rektor Bidang Modal Insani dan Kemahasiswaan saat mediasi yang diadakan di ruang operation room, lantai 3 gedung 0 pada Kamis (13/8).

Pernyataan pria yang akrab disapa Kapto tersebut dikeluarkan lantaran jalannya mediasi yang tak kunjung menemukan titik temu. Baik perwakilan pihak LKM dan Teknik Sipil saling mengajukan keberatan mengenai kesepakatan pada mediasi lalu yang dibuat di ruangan Biro Sarana dan Prasarana (BSP) pada Rabu (12/8).

Isi kesepakatan tersebut antara lain : perlu dilakukannya permintaan maaf kepada panitia SIAP gabungan saat evaluasi dan kepada sepuluh pihak melalui account Line PM UNPAR dan secara tertulis. Adapun kesepuluh pihak itu meliputi rektor, wakil rektor 3, seluruh dekan fakultas, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA), BSP, LKM, panitia SIAP gabungan, Ketua Umum SIAP gabungan, satpam, dan mahasiswa baru (maba) 2015.

Adapun keberatan yang diajukan pihak Teknik Sipil antara lain tidak ada durasi waktu, tidak ada konsekuensi, dan anggapan bahwa pihak LKM juga melakukan kesalahan saat insiden berlangsung. Di samping itu, pihak Teknik Sipil menolak melakukan permintaan maaf via media sosial dengan alasan dapat dibaca maba 2015. Hal tersebut dianggap dapat mempengaruhi hubungan himpunan dengan maba 2015 terutama Teknik Sipil 2015 yang akan diberi materi.

Selain itu, pihak LKM memiliki keberatannya sendiri antara lain : kekecewaan pihak panitia akibat transisi SIAP gabungan ke fakultas yang terganggu, anggapan bahwa terintimidasinya mahasiswa baru akibat peneriakkan yang dilakukan, dan kewajiban agar menghormati kesepakatan yang telah dibentuk.

Mediasi tersebut pun berakhir setelah disepakatinya sejumlah perubahan. Perubahan itu meliputi penghapusan beberapa ketentuan seperti dilakukan di media sosial dan kepada maba 2015 berserta LKM. Baik pihak LKM dan Teknik Sipil telah sepakat untuk tidak mengumbar konten permintaan maaf tersebut dan disebarkan pada pihak yang ditentukan pada Jumat (14/8).

Mediasi yang berlangsung selama dua jam lima belas menit tersebut diselenggarakan pada Kamis (13/8) sebagai mediasi final. Di samping itu, pihak MPM yang menjadi penengah dalam mediasi itu tengah menjalankan investigasi terkait insiden saat transisi SIAP berlangsung.

VINCENT FABIAN THOMAS

 

Related posts

One Comment;

*

*

Top