Manajemen Bencana Jadi Topik Utama PNMHII ke 23

STOPPRESS, MP- Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia ke 23 yang dilaksanakan di Bandung mengambil tema “Global Strategies in Managing Disaster : Mitigating Potential Damanges” berjalan dengan baik.

“Kami (panitia PNMHII) mengambil tema ini karena disaster management belum pernah dibahas secara mendalam. Masyarakat dunia selalu memberikan rasa kepedulian bila terjadi bencana di suatu daerah. Mahasiswa adalah agent of change, sehingga saya rasa sangat relevan untuk mengangkat tema ini”ujar  Aldila.

“Semua acara berjalan baik. Tapi menurut saya yang paling baik adalah Short Diplomatic Course (SDC). SDC tahun ini merupakan SDC terbaik sepanjang 2 tahun terakhir” ungkap Aldila, selaku Ketua Pelaksana PNMHII.

“Respon delegasi cukup baik juga terhadap acara ini, dan yang paling penting ada dukungan dari dosen Unpar sendiri yang memang spesialisasinya adalah disaster management sehingga ilmu yang didapat pun maximal” tambah Aldila.

“Yang berbeda dari PNMHII ini adalah adanya seminar dan workshop dari LSM. LSM yang memberi workshop diantaranya adalah Bina Masyarakat Peduli, Habitat for Humanity, dan Oxfam. PNMHII sebelumnya belum ada acara seminar dan worshop seperti ini” ungkap Aldila.

Rocky Intan salah satu delegasi dari Universitas Pelita Harapan mengatakan bahwa acara ini bagus dan menyenangkan. “Acaranya bagus, walaupun capek karena acaranya padat tapi tetap menyenangkan.”

“Saya suka acara SDC dan workshop dari LSM. Di SDC saya bisa belajar bagaimana sidang PBB itu berjalan, namun disini terlihat bahwa kemampuan tiap universitas tidak sama. Ada yang memang niat untuk jadi pemenang tapi ada juga yang ikut untuk sekedar ikut aja”ungkap Rocky

“Di workshop LSM saya banyak belajar karena mereka memberikan pelatihan-pelatihan secara langsung kepada kita” tambah Rocky.

PNMHII merupakan pertemuan tahunan bagi mahasiswa jurusan Hubungan Internasiona se-Indonesia. PNMHII ke-23 dilakasanakan di Bandung dengan Unpar sebagai tuan rumah. Pertemuan yang dilaksanakan dari tanggal 19/11-23/11 ini dihadiri 205 delegasi dari 28 universitas dari berbagai provinsi di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, hingga Kalimantan.

Kania Mamonto

Related posts

*

*

Top