Mahesa-Arifin : Sinergi dan Komunikasi, Kunci Menuju LKM yang Lebih Baik

Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa periode 2017-2018. Mahessa Aditya Pratama	(Hukum 2014)
Arifin Dobson (Fisika 2014) dok. PUPM Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa periode 2017-2018. Mahessa Aditya Pratama (Hukum 2014) Arifin Dobson (Fisika 2014) dok. PUPM

STOPPRESS MP, UNPAR- Mahesa dan Arifin, presiden dan wakil presiden mahasiswa (presma-wapresma) terpilih periode 2017-2018, menjabarkan bahwa apa yang kurang dan masih bisa ditingkatkan lagi dari LKM adalah sinergi antara pengurus dengan mahasiswa lainnya. Komunikasi yang minim dan didasarkan oleh sekedar ‘jika butuh’ menjadi pokok permasalahan ini.

“Mungkin yang masih harus ditingkatkan adalah sinergi. Kadang, saya sering nggak tahu rekan-rekan saya sedang mengerjakan apa. Entah karena satu hal atau yang lainnya, kita juga jadi lupa proker-proker LKM mendatang,” ujar Arifin Dobson (Fisika 2014) yang pernah menjadi ketua himpunan Fisika 2016-2017 dan pengurus Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) periode 2015-2016 saat ditemui pada Jumat sore (12/5) lalu.

Selain itu, Mahesa Aditya (Hukum 2014) juga menambahkan, pengurus LKM adalah orang-orang yang memang sejak awal mau dan bersedia menjadi lebih repot. Dalam posisinya di lingkungan mahasiswa, Mahesa menyebutkan bahwa pengurus LKM hanyalah inisiator dan fasilitator. Karena itu, tanpa adanya sinergi dengan mahasiswa lainnya, LKM hanyalah wadah kosong yang tidak bisa memfasilitasi dan menginisiasi.

Bagi kedua pasangan presma dan wapresma itu, sinergi menjadi misi besar mereka untuk memajukan PM Unpar termasuk koordinasi komunikasi semua elemen di PM Unpar yang kini hanya sekadar formalitas saja atau sekedar ‘jika butuh’ atau ‘jika perlu’ saja.

Berkaitan dengan hal itu, mereka menjelaskan bahwa LKM berperan membantu semua elemen agar mampu berkomunikasi dengan baik melalui komunikasi informal yang bersahabat terutama di kalangan para pemegang kekuasaan di PM Unpar. Alhasil, mereka menegaskan komunikasi yang tadinya sekedar ‘jika butuh’ bisa menjadi lebih dari itu.

“Kita tahu, kebanyakan orang lebih senang dan nyaman bekerja-sama dengan orang yang sudah kenal sejak awal. Kita ini anak muda, kerja fun bersama teman jelas lebih enak. Kan konyol kalau nanti ada yang nggak suka sama partner kerjanya karena masalah kepribadian,” lanjut Mahesa.

Mengenai cara spesifik yang akan mereka gunakan untuk LKM ke depannya, mereka menyebutkan akan ada program bernama ngeteh-ngopi-ngobrol. Suatu forum diskusi terbuka yang dibuat dengan format non-formal di satu tempat yang nyaman. Menggunakan sistem mikrofon bergilir, mahasiswa diberi kesempatan untuk menuangkan isi pikirannya di acara ini.

Mahesa-Arifin telah resmi ditetapkan sebagai Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa terpilih berdasarkan Surat Ketetapan  No. 200-V/KPU/V/2017 yang telah diterbitkan oleh Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (KPUPM) Unpar pada 8 Mei 2017 lalu.

NISA H.A

Related posts

*

*

Top