Mahasiswa Tolak Peraturan Baru Semester Pendek

STOPPRESS MP, UNPAR – Mahasiswa tolak Surat Keputusan Rektor mengenai peraturan baru Semester Pendek (SP). Sikap mahasiswa ini disampaikan pada Forum Komunikasi antara Rektorat, Dekanat Fakultas Hukum dan mahasiswa pada Selasa (9/4) di Aula Fakultas Hukum.

“SK (surat keputusan rektor) ini merupakan diskriminasi,” ujar Fania Mahasiswa FH 2011 dalam forum komunikasi tersebut.” Karena yang dapat nilai D dan E punya kesempatan dapat nilai A atau B, malah yang C tidak bisa mengubah nilainya,” ujar Fania menambahkan.

Dalam peraturan SP yang baru, yang mempunyai hak mengikuti SP adalah mahasiswa dengan nilai D dan E. Mahasiswa yang mendapat nilai C tidak dapat mengikuti SP dan harus mengulang di semester berikutnya. Aturan ini telah diberlakukan untuk SP tahun 2013 bulan Juni nanti.

Menanggapi penolakan mahasiswa, Pius Sugeng selaku Wakil Rektor I bidang akademik sekaligus pembicara dalam forum tersebut beranggapan bahwa jangka waktu tiga bulan bagi yang tidak mengambil SP dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain di luar kampus dan kurikulum.    “Kegiatan di luar kampus untuk mengisi waktu saat break kuliah bisa membuat mahasiswa tidak pragmatis lagi, melainkan visioner,” ujar Pius.

Menanggapi pernyataan Pius tersebut, mahasiswa yang hadir di forum tampak tidak puas. Japra, mahasiswa FH 2008 langsung memotong pernyataan Pius, “Jawaban Pak Pius sama sekali tidak menjawab. Menurut saya waktu pengeluaran SP ini sangat tidak tepat, karena mahasiswa tidak bisa membuat strategi saat pengambilan mata kuliah di awal-awal saat FRS.”

Di samping itu mahasiswa juga menyayangkan tidak adanya sosialisasi sebelum surat keputusan SP dikeluarkan. “Perihal SP ini sama sekali tidak ada sosialisasi sebelumnya, sedangkan yang namanya peraturan dibuat itu harusnya ada sosialisasinya terlebih dahulu,” ujar Januar, mahasiswa FH 2011.

(Putu Radar/Charlie Echon)

 

Related posts

*

*

Top