Mahasiswa Tanggapi Tindakan Menyontek Capresma Tunggal

stoppress mp - Tanggapan mahasiswa / Veronika stoppress mp - Tanggapan mahasiswa / Veronika

STOPPRESS, MP UNPAR- Sehubungan dengan pemanggilan dekan Fakultas Hukum terkait tindakan menyontek yang dilakukan Ibrahim Risyad, Calon Presiden Mahasiswa Tunggal, pada Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PU-PM) Unpar saat Ujian Tengah Semester Genap, menimbulkan respon yang beragam dari mahasiswa terkait kredibilitas Calon Presiden Mahasiswa tersebut.

“Jujur pertama dengar saya kaget, tapi kita tetap nggak bisa nuduh karena ini belum terbukti juga,”  ujar Ketua Himpunan Fakultas Hukum, Vinsensius Manuela saat ditemui MP jumat (11/4). Ia yang mengira bahwa tuduhan menyontek tersebut barulah berupa dugaan, menyatakan bahwa selama pihak dekan belum memberikan sanksi akademik, ia tidak dapat berkomentar banyak.

“Kalau itu sampai benar-benar terbukti bakal fatal banget ya, karena ini juga menyangkut masalah kredibilitas,” tambah Ketua Himpunan Fakultas Hukum 2013/2014 ini, terkait belum adanya sanksi akademik yang diturunkan pihak fakultas.

Pendapat yang lebih tegas dilontarkan oleh presiden mahasiswa Unpar periode 2013-2014, Andrew Renaldi. Ia menyatakan keresahannya terkait kejadian yang dialami oleh calon penerusnya tersebut. “Kalau seandainya ada keputusan tidak layak untuk naik, saya belum menemukan cara untuk menanggulanginya, karena kasus ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sebaiknya saya bicarakan dulu bersama seluruh anggota LKM dan MPM, dan mungkin kalau diperlukan seluruh ketua himpunan dan ketua UKM,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Pryandi Ibrahim, salah satu mahasiswa Hukum angkatan 2009 yang lebih memaklumi tindakan tersebut. “Kalau soal nyontek udah pasti jelekin nama dia, tapi kita ngga bisa nge-judge orang hanya dari satu tindakan,” ujar Pryandi.

Terkait dengan calon tunggal, Sius mengaku akan tetap menerima Ohim, sapaan akrab Ibrahim Risyad, sebagai calon Presiden Mahasiswa dengan berbagai konsekuensi sehubungan dengan kasus ini. Berbeda halnya dengan Sius, Pryandi lebih menolak dengan hanya adanya satu calon. “Kalau gua sih lebih nggak setuju dengan calon tunggal, karna jadi nggak ada mental bersaing gitu,” ujar Yandi, panggilan akrabnya.

VERONICA DWI LESTARI | NADHILA RENALDI

 

Related posts

One Comment;

  1. adiputra said:

    Klo menurut gw, jika terbukti menyontek, mau ga mau harus nyari calon lain. Karena itu menjelekkan nama Unpar.

*

*

Top