Mahasiswa Gugat Pengesahan UU Intelejen

STOPPRESS, UNPAR – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Media Parahyangan mengadakan Mimbar Bebas pada Selasa (25/10) di sekitar Letter T dan Taman FISIP. Mimbar bebas kali ini membahas mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Intelejen yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tanggal 11 Oktober 2011.

Mimbar bebas dimulai pada pukul 13.00 WIB, dengan Komandan Lapangan Banyu Bening (HI 2009).  Ia sendiri  berpendapat  bahwa UU Intelejen tersebut terkesan terburu-buru untuk disahkan oleh DPR.

Sementara itu, salah satu mahasiswa yang hadir pada mimbar bebas tersebut, Doni Marmer (HI 2010) berpendapat, “Saya tidak setuju dengan adanya serta disahkannya UU intelejen tersebut, karena bisa membatasi dan mengancam hak warga negara”.

Acara sempat terhenti dikarenakan petugas keamanan yang datang dan melaporkan bahwa Tata Usaha di FISIP merasa terganggu dengan adanya acara tersebut. Namun, setelah dilakukan negosiasi antara Banyu dengan para petugas keamanan tersebut, acara kembali dilanjutkan dan berjalan dengan lancar.

Burhan (TI 2009) yang merupakan anggota UKM MP berpendapat, “Banyak hal yang harus diperhatikan pemerintah disamping UU intelejen ini, pemerintah malah tidak aware terhadap kemiskinan, dan masalah-masalah ekonomi lainnya”.

RUU intelejen sendiri telah disahkan oleh DPR pada tanggal 11 Oktober 2011  kemarin setelah dirancang selama 9 tahun dan mengalami beberapa kali revisi.

Adityo Nugroho / Yusti Hasniyah

Related posts

*

*

Top