LKM Tunjukkan Kepedulian Mahasiswa Terhadap Keadaan Negara Lewat Peluncuran Buku “Resolusi”

Konfrensi Pers acara peluncuran buku “RESOLUSI: Adakah Indonesia Baik-baik Saja?”. Dok/PM UNPAR Konfrensi Pers acara peluncuran buku “RESOLUSI: Adakah Indonesia Baik-baik Saja?”. Dok/PM UNPAR

STOPPRESS MP, UNPAR –Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) mengadakan konferensi pers dalam rangka peluncuran buku berjudul “RESOLUSI: Adakah Indonesia Baik-baik Saja?” Bertempat di Operation Room pada Sabtu (22/4), peluncuruan buku tersebut ditujukan sebagai bentuk aksi mahasiswa untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa mahasiswa masih bergerak dan peduli dengan keadaan negara.

“Kita membuat pendekatan baru, yang menunjukan kalau mahasiswa itu masih berkarya, masih memperhatikan kerja pemerintah dan keadaan Indonesia saat ini lewat tulisan, lewat buku,” ujar Dextraldi (Arsitektur, 2015) selaku konseptor program kerja Resolusi saat diwawancarai pada hari konferensi pers berlangsung.

Menurut Dextraldi, program kerja Resolusi ini merupakan bentuk alternatif pergerakan mahasiswa selain turun ke jalan dan demo. Dextraldi menganggap Turun ke jalan dan demo dipandang negatif oleh masyarakat.

Inti dari program kerja yang diinisiasi oleh Dirjen Kajian Aksi Strategis (Kastrat) ini adalah membangun kesadaran masyarakat mengenai isu-isu ekonomi sosial politik. Menurut Dextraldi, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, pemerintah akan semakin memperhatikan isu-isu tersebut.

“Nah kita menyasar konferensi pers karena apa yang ingin kita sampaikan, poin poin yang ingin kita bawa itu bakal disebarkan ke masyarakat dulu,” kata Dextraldi.

Buku yang diterbitkan ini berisi kajian ekonomi, sosial, politik yang di tulis oleh beberapa (Badan Eksekutif Mahasiswa) BEM di Indonesia. BEM yang ikut serta dalam penulisan buku ini adalah LKM Unpar, BEM UI, BEM FH UI, BEM UPH, BEM REMA UPI, BEM KEMA UNPAD, BEM FH UNPAD, BEM FISIP UNPAD, BEM UNS, dan BEM KEMAFAR UNHAS.

Beberapa isu yang diangkat menggambarkan kondisi Indonesia saat ini seperti intervensi agama dalam politik seperti yang di tulis LKM Unpar. Ada pula isu mengenai kebijakan hukum untuk seks bebas seperti yang ditulis BEM FISIP UNPAD.

Para pihak eksternal yang terlibat dalam penulisan buku ini merespon positif program ini. “Resolusi ini merupakan sebuah gaya baru mahasiswa yang sesuai dengan konteks abad ini,” ujar Calvin, perwakilan BEM (Universitas Pelita Harapan) UPH.

Menurut Calvin program ini merupakan patron baru dalam gerakan mahasiswa, ketika riset  yang diutamakan dan nantinya disebarluaskan ke khalayak umum. Program ini juga dianggap sejalan dengan pandangan BEM UPH sehingga mereka mendukung program ini.

Program yang sudah disiapkan sejak September 2016 dharapkan dapat membawa Indonesia maju ke arah yang lebih baik, ketika mahasiswa sadar tugasnya sebagai kontrol sosial pemerintah. Terutama tidak lagi malas mengutarakan pikiran melalui tulisan maupun media lain. Disamping itu, ada upaya menyadarkan bahwa pergerakan mahasiswa itu belum mati.

GALLUS PRESIDEN

 

Related posts

*

*

Top