Layout Ruangan MPM yang Baru Tidak Sesuai Seperti yang Dijanjikan Saat Rapat

Kantor Biro Kemahasiswaan dan Alumni Unpar. dok/MP Kantor Biro Kemahasiswaan dan Alumni Unpar. dok/MP

STOPPRESS MP, UNPAR – Ketua Biro Umum dan Teknik (BUT) mengakui bahwa layout ruangan Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) di kompleks Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) tidak sesuai dengan hasil rapat pada tanggal 28 Oktober lalu. Perubahan itu disebabkan lantaran adanya permintaan ruangan dari pihak BKA yang diakomodir oleh BUT yang diperuntukkan untuk Ka. Biro.

“Saat pekerjaan penyekatan, BKA sempat melihat penyekatan sudah sampe mana, kemudian ada kebutuhan BKA terkait ruangan, maka saya mengakomodir kebutuhan itu,” ujar Roni Sugiarto ketika ditemui di ruang BUT lantai 2 pada hari Jumat (2/11).

(Baca juga : Pindahkan Ruang MPM, Wakil Rektor II Klaim Sudah Ada Dialog)

Roni mengatakan beberapa hari setelah renovasi, dilaksanakan penyekatan oleh pihak vendor lantaran BKA meminta adanya bagian ruangan yang tidak disekat. Kebutuhan ruangan itu juga telah disetujui oleh Roni selaku pihak BUT sehingga layout ruangan MPM yang baru pun berubah. Berdasarkan keterangan yang diperoleh peruntukan ruangan yang disebut kebutuhan BKA itu adalah ruang Ka. Biro (red. Kepala Biro).

Novi selaku penanggung jawab pengelolaan dan pemeliharaan aset mengaku bahwa terdapat Surat Perintah Kerja (SPK) terkait renovasi ruang MPM. “Ada SPK-nya kok. Pekerjaan Renovasi Lembaga BKA Lantai 1, jatuh temponya tanggal 18 November,” ujar Novi ketika ditemui di ruang BUT pada hari Kamis (30/11). Novi mengaku ruang MPM yang baru sudah dilakukan pembersihan oleh Warsito selaku penanggung jawab kebersihan.

“Penyekatan selesai sekitar hari Rabu, lalu ada pembersihan, memang diharapkan MPM pindah minggu-minggu ini. Jadi sudah dilakukan pembersihan, tapi MPM belum berkenan untuk pindah”, ujar Roni pada Jumat (2/11) lalu.

Matheus Setiyanto, selaku ketua BKA mengaku bahwa teknis perubahan ruangan MPM diserahkan oleh BUT. Yanto mengatakan bahwa ruangannya yang lama akan menjadi bagian ruangan MPM yang baru yaitu di lantai 1 ruang BKA. “Saya juga nggak tau dengan rencananya, saya juga kaget. Saya pikir saya nggak diusir gitu, ternyata saya juga terusir,” ujar Yanto ketika ditemui diruangannya pada hari Jumat (25/11).

“Saya tidak tahu, saya juga nggak nyatat-nyatat hasil rapat kayak gitu, pokoknya itu semua dari Pak Roni,” ujar Yanto.

Adapun, pemindahan ruang MPM ke kompleks BKA ditujukan untuk pemusatan zonasi fungsi bidang kemahasiswaan bersamaan dengan BKA, Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Sebagai gantinya, bekas ruang MPM akan dialihfungsikan sebagai kantor pemasaran.

(Baca juga : Rektorat Pindahkan Ruang MPM Untuk Kantor Pemasaran)

Pemindahan ruangan MPM disosialisasikan melalui surat nomor III/R/2016-09/2898-1. Sementara ini, pihak rektorat mengklaim bahwa pengukuran luas ruangan MPM di BKA berkisar ±50 m2 dan lebih besar dibanding ruang MPM sebelumnya yang berkisar ±35,5 m2.

Meskipun sampai saat ini tertunda dari rencana semula, relokasi ruang MPM ke kompleks BKA dijadwalkan selesai pada bulan November 2016. Meskipun MPM telah menyatakan sikap menolak, pemindahan ruangan itu tetap akan dilakukan oleh pihak rektorat. (Baca juga : Sempat Ditolak, Rektorat Tetap Pindahkan Ruang MPM)

RANESSA NAINGGOLAN | VINCENT FABIAN

Related posts

*

*

Top